BOGOR – Proses seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor memasuki babak akhir. Panitia Seleksi (Pansel) telah menyerahkan tiga nama yang dinyatakan lolos tahap akhir kepada Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.
Ketiga kandidat tersebut adalah Deni Mulyadi, Eko Prabowo, dan Sri Nowo Retno. Mereka dipilih berdasarkan hasil penilaian tim assessment yang melibatkan unsur Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Wakil Wali Kota Bogor yang juga menjabat sebagai Ketua Pansel, Jenal Mutaqin, membenarkan bahwa ketiga nama tersebut telah disampaikan kepada Wali Kota untuk tahapan lanjutan.
“Sesuai dengan yang disampaikan Pak Wali, urutan nama disampaikan secara alfabetis, yakni Deni Mulyadi, Eko Prabowo, dan Sri Nowo Retno,” ujar Jenal kepada wartawan, Kamis (12/6/2025).
Menurut Jenal, tahapan berikutnya adalah sesi wawancara langsung yang akan dilakukan oleh Wali Kota terhadap masing-masing kandidat.
Hasil dari seluruh proses seleksi tersebut akan dilaporkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mendapatkan rekomendasi resmi.
Lebih jauh, Wali Kota akan memilih satu nama untuk diusulkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) guna ditetapkan secara definitif sebagai Sekretaris Daerah.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara objektif dan profesional.
Ia menyatakan bahwa meskipun memiliki hak prerogatif dalam menentukan calon Sekda, keputusan yang diambil tetap didasarkan pada hasil penilaian tim seleksi.
“Tentu semua keputusan saya ambil berdasarkan pertimbangan tim. Banyak poin penilaian yang dijadikan dasar, seperti kompetensi teknis, manajerial, integritas, hingga kepemimpinan,” kata Dedie.
Ketiga kandidat yang masuk tahap akhir diketahui memiliki pengalaman birokrasi panjang di lingkungan Pemerintah Kota Bogor.
Deni Mulyadi saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Eko Prabowo merupakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, sementara Sri Nowo Retno menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor.
Mereka merupakan bagian dari tujuh nama pejabat eselon II yang sebelumnya diseleksi secara internal oleh Pansel, tanpa melalui mekanisme lelang terbuka (open bidding).
Informasi dari lingkungan Pemkot menyebutkan bahwa proses wawancara akan digelar dalam waktu dekat, yakni pada Jumat (13/6) atau Sabtu (14/6).
Setelah itu, hasil akhir akan dilaporkan ke BKN untuk mendapatkan rekomendasi, dan nama terpilih akan diajukan ke Kemendagri untuk kemudian dilantik secara resmi.
Masyarakat Kota Bogor pun kini menantikan siapa sosok yang akan dipercaya untuk menduduki jabatan Sekda, posisi strategis dalam menjalankan roda pemerintahan dan pengelolaan anggaran daerah. (Bill)


















Discussion about this post