BOGOR – Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro menepis informasi adanya kepala dinas yang turut diamankan KPK dalam perkara YS sang KPK gadungan.
“Jadi seperti yang kemarin sempat viral katanya ada seorang kepala dinas itu tidak benar. Jadi yang menjadi korban adalah YS itu seorang kasie (Kepala Seksi) di lingkungan dinas pendidikan,” kata Kapolres Bogor, Jumat (26/07/2024).
Saat ini, kata Kapolres Bogor, pihaknya sedang mendalami kemungkinan aksi tersangka YS juga terjadi di dinas lain, sehingga menimbulkan ketakutan.
“Kami akan telusuri lebih lanjut. Hasil penyelidikan kami adalah kasus yang terdahulu yang terjadi di Kabupaten Bogor itu. Bukti pemanggilan saksi-saksi itu dijadikan sebagai foto dijadikan alat untuk menakuti orang orang tersebut,” jelasnya.
Terhitung Jumat 26 Juli 2024, pihaknya bakal mendalami peristiwa pemerasan yang dilakukan YS mulai awal bulan Januari 2023.
“Kami yakin bahwa ini bisa terjadi pelakunya lebih dari satu orang dan kami akan menuntaskan ini dengan baik,” tandasnya.
Kapolres Bogor mengungkapkan, saat ini pihaknya masih menggali informasi lebih dalam dari YT oknum kepala seksi yang menjadi korban pemerasan YS.
“Sedang kami dalami sampai sejauh mana yang diminta oleh pelaku terhadap para ASN tersebut. Sementara ini statusnya saksi, karna itu sudah kita cek bahwa yang bersangkutan juga lah yang memberikan laporan kepada KPK,” katanya.
Pihaknya juga tengah mendalami surat pemanggilan KPK yang digunakan YS saat beraksi menakuti para korbannya.
“Kami lagi cek, karna itu dari handphone kami akan mengecek keasliannya itu benar atau tidak, karna kami harus berkordinasi dengan instansi terkait,” papar Kapolres Bogor.
Kapolres Bogor menjabarkan, enam orang yang diamankan KPK yakni sopir, yang empat adalah pegawai negeri dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. “Tidak ada kepala dinas,” ujarnya.
Terkait terbukanya akses tersangka YS kepada para pejabat teknis di lingkup Pemkab Bogor, hal tersebut juga masih didalami jajaran Satreskrim Polres Bogor. “Masih kita dalami bagaimana dia bisa masuk ke peran peran korban ini,” tandasnya.
Sebelumnya, Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu mengakui salah satu kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, turut diamankan KPK dalam kasus pemerasan.
Kepada awak media, Asmawa mengungkapkan, dari enam orang yang diamankan oleh KPK, satu orang di antaranya merupakan kepala dinas.
“Kasusnya pemerasan, satu orang sopir, dan empat orang PNS. Satu di antara PNS itu ada kepala dinas, hanya masih dicari tahu siapa,” kata Asmawa, Kamis (25/07/2025). (be-007)





















Discussion about this post