Bogor Expose – Sejumlah orang tua murid SD Negeri Cibeurem 1, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, menyampaikan keluhan terkait banyaknya pungutan yang diterapkan pihak sekolah.
Iuran yang dianggap memberatkan tersebut mencakup berbagai kegiatan, mulai dari acara lepas sambut kepala sekolah baru hingga penilaian olahraga renang di kolam renang SKI Bogor.
Salah seorang orang tua murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, pungutan ini menjadi beban tambahan bagi mereka, terutama bagi keluarga dengan kondisi ekonomi yang kurang mampu.
“Saya merasa keberatan dengan pungutan-pungutan ini. Tidak semua orang tua murid memiliki kemampuan ekonomi yang sama. Namun, kami terpaksa mengikutinya karena ini sudah menjadi kebijakan pihak sekolah,” ujarnya dengan nada pasrah. Rabu, (18/12/2024).
Keluhan tersebut kian santer terdengar setelah pelaksanaan penilaian olahraga renang yang mengharuskan para siswa mengikuti kegiatan di luar fasilitas sekolah.
Banyak orang tua menilai kebijakan ini tidak mempertimbangkan kondisi ekonomi sebagian besar keluarga.
Ketika dimintai tanggapan oleh media, salah seorang guru yang menangani bagian kesiswaan enggan memberikan keterangan. Ia berdalih tengah sibuk menyelesaikan proses pengisian nilai rapor siswa.
Kasus seperti ini kembali menjadi sorotan, terutama terkait praktik pungutan di sekolah negeri yang seharusnya menjamin pendidikan gratis bagi semua kalangan sesuai amanat pemerintah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Kota Bogor.




















Discussion about this post