BOGOR – Jumlah korban keracunan masakan pengajian di RW 12 Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan terus bertambah. Terkini, terdapat 93 orang warga yang mengalami gejala yang serupa dengan para korban sebelumnya. Kejadian inipun ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Ada penambahan 19 orang, sekarang total 93 orang. Mudah mudahan tidak bertambah lagi,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Syarifah Sofiah saat melakukan meninjau pasien di Puskesmas Cipaku, Selasa (04/06/2024).
Syarifah mengatakan, pasien yang diduga mengalami keracunan makanan harus mendapatkan penanganan intensif karena menurutnya sudah masuk status Kejadian Luar Biasa (KLB). “Statusnya KLB, penanganan harus intensif. Jadi ambulan tidak boleh susah kemudian petugas harus sedia, obat obatan harus ada. Jika kasurnya kurang itu harus ditambah, petugasnya kurang pun harus ditambah,” tandas mantan Kepala Bappeda Kabupaten Bogor itu.

Adapun beberapa pasien sudah dirujuk ke Rumah Sakit untuk dilakukan Elektrokardiogram (EKG). Hal itu lantaran pihaknya tidak ingin kecolongan lagi dengan adanya pasien yang meninggal dunia setelah mengonsumsi makanan tersebut. “Jadi dilihat Elektrokardiogram (EKG) nya, kalau kondisinya sudah seperti itu ya dirujuk, tetapi kalau yang masih ada ditangani oleh puskesmas ya ditangani puskesmas,” imbuhnya.
Menurut Syarifah, dari data yang diterimanya, pihak yang menggelar haul tersebut menyediakan 85 nasi box. “Jadi mereka itu bikin nasi box 85, kemudian sisanya dibuatkan rantang dan dibagikan kepada warga. Tetapi yang dihitung 93 sekarang ini. Jadi satu box itu dimakan bertiga oleh keluarganya, dan mereka kena juga,” ucapnya.

Dari hasil hasil wawancara, dugaan sementara warga yang keracunan itu dari jenis makanan telur balado yang dirasa sudah asam atau basi. Tetapi pihaknya juga akan memastikan secara medis dari hasil pases setelah.
“Dugaan sementara dari hasil wawancara itu adalah telur balado, dari bumbunya sudah mulai basi, rasanya sudah asam. Tapi untuk memastikan secara medis itu hasillah, dari hasil peses setelah muntahan diperiksa ke LBLK Jakarta. Secara medisnya itu kami masih menunggu, mengandung bakteri apa dan sebagainya. Hasilnya itu keluar dua hari, nanti kami follow up lagi,” tandasnya. (be-007)



















Discussion about this post