BOGOR – Pj Walikota Bogor, Hery Antasari menangani serius kejadian luar biasa peristiwa keracunan makanan yang dialami 93 warga RW 12 Kelurahan Cipaku, Bogor Selatan, Kota Bogor. Para korban kini dipantau secara seksama dalam 24 jam.
“Pemkot Bogor terus intens dan memonitor serta sudah ditetapkan sebagai KLB sehingga akan kami monitor selama 24 jam. Hikmahnya bagi masyarakat bagi yang melakukan acara hajat dan haul, perlunya pengawasan dari kewilayahan,” ujar Hery Antasari dalam keterangan resminya, Selasa (04/06/2024).
Hery Antasari juga mengungkapkan rasa keprihatinannya dan mendoakan agar para pasien segera lekas pulih. Hery menyayangkan peristiwa itu terjadi dan menyebabkan banyak korban. “Dan untuk korban yang meninggal kami ikut berduka cita, semoga diberikan tempat yang terbaik,” ucap Hery.

Sebelumnya, Pemkot Bogor telah menetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) sehingga prosedur penanganan disesuaikan dan biaya penanganan maupun perawatan pasien ditanggung Pemkot Bogor. Sebagai informasi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor sedang melakukan investigasi penyebab warga yang mengalami keracunan.
Berdasarkan hasil wawancara dengan para keluarga, dugaan sementara keracunan disebabkan menyantap nasi box dimana bumbu pada telur sudah mulai basi karena rasanya sudah asam. Namun untuk memastikan secara medis Dinkes akan melakukan pemeriksaan laboratorium di BBLK Jakarta berdasarkan muntahan, feses dan sisa makanan para korban.
Berdasarkan data dan perunutan kronologis kejadian, ada yang sudah muntah setelah satu jam mengkonsumsi makanan tersebut, ada yang sehari setelahnya, ada juga yang beberapa terasa pusing, muntah dan diare. Tergantung daya tahan tubuhnya karena berdasarkan keterangan keluarga korban, ada juga salah satu anggotanya yang tidak keracunan ketika ikut memakan bagian kuning telur. (be-007)




















Discussion about this post