BOGOR – Aksi adu mulut dan kericuhan antara warga Desa Sukajaya Tamansari dan sejumlah pengamanan PT Prima Mustika Candra (PMC) kembali terjadi.
Kericuhan kesekian kalinya terjadi di kawasan tersebut. Warga setempat bersikeras menolak keberadaan perusahaan di lingkungan mereka. Sementara pihak PT PMC juga terus beraktifitas dan seolah mengabaikan kepentingan masyarakat setempat.
Kapolsek Tamansari, Kecamatan Tamansari, Iptu Jajang menjelaskan, kericuhan terjadi pada saat pihak PT PMC sedang memasang plang di wilayah Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Namun aksi itu ditentang dan memicu penolakan sejumlah warga terhadap upaya pihak PMC yang hendak memasang plang di lahan yang mereka garap.
“Di lokasi itu sempat terjadi adu mulut, tetapi kami berhasil melerai dan mengamankan situasi agar tidak terjadi tindakan kekerasan terhadap kedua belah pihak,” jelas Iptu Jajang kepada wartawan, Kamis (12/06/2025)
Jajang menambahkan, dari hasil kejadian insiden tersebut, Pihak PT. PMC tidak melanjutkan pemasangan plangnya dan warga pun tidak akan bertindak hingga ada putusan pengadilan yang ditetapkan.
“Apabila kedua belah pihak mempunyai dokumen kepemilikan, silakan adukan ke pengadilan,” ujarnya.
Sebelumnya, kericuhan juga terjadi antara petugas pengamanan PT PMC dengan warga Desa Sukaluyu, Tamansari. Warga penggarap yang sempat melakukan unjukrasa di Kantor Kecamatan Tamansari itu, lagi-lagi meminta pemerintah hadir menengahi mereka.
Belum lama ini, warga Desa Sukaluyu juga terlibat adu mulut dengan PMC. Hal itu dipicu gara-gara PMC telah merusak tembok pembatas di lahan yang di garap warga setempat.
Padahal, area tersebut kini berstatus quo lantaran warga menggugat PT PMC ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
“Bupati Bogor seharusnya peka pada persoalan ini. Upaya kami meminta keadilan ternyata masih sangat sulit di Kabupaten Bogor. Kami juga menagih janji Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM untuk hadir membela masyarakat kecil,” ujar Dwi Arsendo, kuasa hukum warga Desa Sukaluyu. (bil/*)


















Discussion about this post