BOGOR– Perumda Tirta Kahuripan bergerak cepat mendukung penanganan bencana hidrometeorologi kekeringan di Kabupaten Bogor. Tercatat hingga akhir Juli 2026, perusahaan daerah tersebut telah menyalurkan 385.000 liter air bersih kepada masyarakat di sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.
Langkah tersebut dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten Bogor menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Kekeringan akibat musim kemarau yang mulai memengaruhi ketersediaan air bersih di berbagai daerah.
Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Abdul Somad, mengatakan penyediaan air bersih merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan di samping pelayanan kepada pelanggan.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Sebagai perusahaan daerah yang bergerak di bidang pelayanan air bersih, kami memiliki tanggung jawab untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan. Hingga saat ini tercatat 385.000 liter air bersih dari Perumda Air Minum Tirta Kahuripan yang sudah disalurkan ke berbagai wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Bogor dan tentunya kita berdoa semoga bencana kekeringan ini tidak berlangsung lama,” ujar Abdul Somad, Selasa (28/7/2026).
Untuk mempercepat distribusi bantuan, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan membuka akses delapan instalasi pengolahan air (IPA) yang difungsikan sebagai stasiun pengisian air bersih bagi armada mobil tangki.
Selain itu, perusahaan juga menyiagakan 12 unit mobil tangki air yang digunakan untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan.
Tidak hanya itu, Water Treatment Plant (WTP) mobile juga dioptimalkan untuk menjangkau daerah-daerah yang tergolong rawan mengalami krisis air bersih.
Abdul Somad mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara hemat selama musim kemarau.
Ia meminta pelanggan maupun masyarakat memprioritaskan penggunaan air untuk kebutuhan pokok, menyiapkan cadangan air, serta menjaga sumber-sumber air agar tetap bersih.
Menurutnya, membuang sampah maupun limbah ke sungai dapat mengganggu proses pengolahan air bersih di instalasi milik Perumda.
Bagi warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih, Perumda Tirta Kahuripan meminta masyarakat mengajukan permohonan melalui pemerintah desa.
Permohonan tersebut kemudian diteruskan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor untuk dilakukan asesmen kebutuhan.
Selanjutnya, BPBD akan mengkoordinasikan distribusi air bersih bersama Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Sosial, Palang Merah Indonesia (PMI), serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Perumda Air Minum Tirta Kahuripan berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat mampu meminimalkan dampak kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung selama musim kemarau.
“Melalui sinergi antara Perangkat Daerah dan kesadaran masyarakat atas pentingnya menjaga kelestarian air diharapkan kebutuhan air bersih selama musim kemarau dapat terus terpenuhi sehingga dampak kekeringan dapat diminimalkan,” tandasnya. *






















Discussion about this post