BOGOR– Aksi Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq yang menutup serta menyegel beberapa tempat usaha di puncak, mendapat perlawanan dari warga Bogor Selatan.
Bentuknya, mereka melaporkan aksi sang menteri ke Bupati Bogor Rudy Susmanto. Karena dinilai apa yang dilakukannya berdampak pada meningkatnya pengangguran.
“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Bupati Bogor harus hadir dan turun tangan menangani persoalan yang sedang dialami rakyatnya. Maka dalam waktu dekat ini kami akan melakukan audiensi kepada Bupati Bogor mengenai persoalan yang sesungguhnya sedang terjadi di masyarakat khususnya di kawasan Puncak,” kata Ketua Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS), Muhsin SIP.
Muhsin mengungkapkan, hampir setiap hari para tokoh AMBS didatangi para pegawai/karyawan yang kuatir dengan rencana penutupan perusahaan tempat kerjanya yang akan memberhentikan ribuan karyawan karena rencana dari Kementrian Lingkungan Hidup yang akan membongkar sekaligus menutup tempat mereka mencari nafkah.
“Kalau tempat usaha banyak yang ditutup sudah pasti terjadi pemutusan hubungan kerja akan terjadi. Warga dipastikan susah untuk mendapatkan pekerjaan kembali. Kami mengharapkan ada solusi karena para pegawai butuh mempertahankan hidupnya. Jangan sampai anak menjadi putus sekolah, berhenti mondok pesantren, bagaimana biaya untuk beli susu anak-anaknya,” ujar Muhsin.
Warga maupun AMBS, lanjut Muhsin, mendukung alam perlu dijaga agar tetap asri. Tapi jangan lupakan pula masyarakat butuh pekerjaan untuk mempertahankan hidup.
“Kami juga sepenuhnya memahami kompleksitas tanggung jawab yang sangat berat yang Bupati emban. Yang dibutuhkan kami hanyalah memohon kepada Bapak Bupati bisa mencari jalan atau solusi yang terbaik untuk sosial ekonomi di puncak,” katanya.


















Discussion about this post