SURABAYA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menginstruksikan pemerintah daerah untuk memastikan arus mudik Lebaran 2025 berjalan lancar. Hal ini disampaikan dalam keterangan resminya usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2025 di Surabaya, Kamis (20/3/2025).
Tito menyoroti pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga kelancaran arus mudik.
Salah satu prioritas utama adalah perbaikan infrastruktur jalan serta penanganan pasar tumpah yang berpotensi menyebabkan kemacetan.
“Kami sudah meminta sejak bulan lalu agar jalan berlubang atau rawan banjir segera diperbaiki agar perjalanan pemudik tidak terhambat,” ujar Tito.
Ia juga mengapresiasi langkah strategis sejumlah kepala daerah di Jawa Barat yang menutup sementara pangkalan yang dapat menghambat arus lalu lintas selama puncak mudik.
Pemerintah daerah akan memberikan kompensasi bagi pekerja terdampak agar kebijakan ini tetap berimbang.
Selain jalur darat, Tito menyoroti kesiapan pelabuhan dan bandara, terutama di wilayah kepulauan dan Indonesia bagian timur.
Pemerintah telah memperketat standar operasional prosedur (SOP) di pelabuhan guna mencegah kelebihan muatan yang dapat membahayakan keselamatan penumpang.
“Kita tidak ingin ada kejadian seperti di Danau Toba. Ketersediaan alat keselamatan, termasuk pelampung, harus dipastikan,” tegasnya.
Dalam aspek keamanan, Kemendagri telah berkoordinasi dengan Polri, TNI Angkatan Laut, serta tim pengamanan pantai untuk mengantisipasi potensi kerumunan dan risiko kecelakaan di lokasi wisata selama libur Lebaran, terutama di daerah rawan ombak besar.
Terkait stabilitas pangan, Tito memastikan pasokan beras, jagung, serta daging ayam dan telur dalam kondisi aman. Namun, ia mencatat adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas seperti cabai, gula pasir, dan minyak goreng.
“Kami mengapresiasi Satgas Pangan Polri serta Kementerian Pertanian dan Perdagangan yang telah menindak distributor minyak goreng yang melanggar aturan,” ujarnya.
Lebaran tahun ini menjadi ujian pertama bagi 503 kepala daerah yang baru dilantik pada 20 Februari 2025.
Tito meminta mereka bekerja maksimal untuk memastikan kesiapan infrastruktur, distribusi pangan, dan keamanan di wilayah masing-masing.
“Kepala daerah harus turun langsung ke lapangan. Ini adalah momen penting bagi mereka untuk membuktikan kinerja kepada masyarakat,” tegasnya.
Laporan : Tim Redaksi





















Discussion about this post