JAKARTA – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, mengingatkan para pemudik untuk selalu memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan perjalanan. Meskipun curah hujan mulai menurun, kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi selama masa transisi ke musim kemarau.
Menurut Dwikorita, faktor cuaca sangat berpengaruh terhadap keselamatan perjalanan mudik, terutama bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa prakiraan cuaca sebelum berangkat.
“Cuaca ekstrem bisa terjadi secara insidental meskipun dalam durasi singkat. Jika terjadi di area ramai, dampaknya bisa berbahaya,” ujar Dwikorita usai menghadiri pembukaan Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2025 di Kementerian Perhubungan, Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa potensi cuaca ekstrem dapat diprediksi tiga hari hingga tiga jam sebelumnya. Untuk itu, BMKG menyediakan informasi cuaca real-time melalui aplikasi mobile BMKG, yang memungkinkan pemudik memantau kondisi cuaca di sepanjang jalur perjalanan.
“Dengan aplikasi ini, pemudik dapat melihat lokasi awan gelap dan potensi cuaca ekstrem. Jika ada titik rawan, pemudik bisa menghindari atau menunggu hingga kondisi membaik,” tambahnya.
BMKG mengimbau seluruh pemudik untuk memanfaatkan layanan cuaca digital guna memastikan perjalanan yang lebih aman dan nyaman selama musim mudik Lebaran 2025.
Laporan : Tim Redaksi





















Discussion about this post