BOGOR – Sejak terdampak longsor pada 7 Januari lalu, perbaikan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Stasiun Maseng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor belum juga rampung.
PIC PTB Bandung, Hattata Putra mengatakan, pihaknya telah memutuskan design perbaikan sejak awal mula penanganan perbaikan TPT tersebut.
Hattata Putra menjelaskan, keterlambatan pengerjaan TPT Stasiun Maseng tersebut terjadi karena pengajuan design yang belum mendapatkan persetujuan dari Kementrian Perhubungan, dan cuaca yang tak menentu.
“Kita juga sudah bersurat kepada kontraktor agar segera diselesaikan dan kita juga sudah rapat dengan direktorat sarana prasarana untuk membahas terkait design, serta dari pusat meminta untuk di detailkan terlebih dahulu,” kata Hattata Putra, Jumat (21/06/2024).
“Kita minta konsultan perencana untuk melakukan design ulang, karena akibat longsor sehingga di design ulang,” tambahnya.
Saat ini pihak konsultan perencanaan yang menangani Stasiun Maseng meminta kelonggaran waktu untuk mendesign ulang kontruksi bangunan yang tertimpa tanah longsor.
“Kalau dari target sebetulnya tanggal 20 Juni, cuma kemarin adanya finalisasi secara detail, jadi konsultannya minta waktu lebih,” tegasnya.
Sementara itu, pemenang tender PT Ambria Rahma Putri Selaras, Sarsanto Sidi mengatakan, kendala dari penanganan bangunan stasiun akibat bencana alam terjadi karena adanya perubahan design bangunan.
“Intinya dari bulan Januari sampai sekarang, itu harus melakukan kajian ulang dan konsultannya harus mengitung ulang serta sisi perkuatannya seperti apa agar saat dikerjakan kontruksi kuat,” ujarnya.
Menurutnya, selain design dirinya juga memiliki kesulitan saat kembali melaksanakan kegiatan, sebab, saat mengerjakan terjadi gempa bumi dan hujan deras.
“Itu juga akibat dari cuaca dan kita juga sounding dengan BPBD bahwa selama beberapa bulan ini ada sekitar 9 kali gempa bumi,” paparnya.
Lebih lanjut, pihaknya akan siap bertanggung jawab serta kembali membangunan stasiun maseng. Namun, membutuhkan waktu tambahan untuk melakukan kajian kontruksi.
“Kami siap setelah adanya kajian dari konsultan dan kita juga sudah ada dua design yang diajukan dan itu nanti di kaji lagi mana yang layak digunakan untuk diajukan ke Pusat,” jelasnya.
Selain itu, pasca terjadinya bencana alam pihaknya sudah melakukan beberapa langkah dan upaya agar longsoran tidak merambat.
“Proses itu memang memakan waktu dan kita sudah melakukan penanganan sementara sudah kita laksanakan tapi untuk penanganan permanan membutuhkan waktu yang cukup lama,” pungkasnya. (be-021)




















Discussion about this post