BOGOR – Kericuhan dalam penertiban ratusan PKL di jalur Puncak kembali pecah. Ratusan pedagang nekat menghadang aparat gabungan saat melakukan penertiban, Senin (26/08/2024) siang.
Tak hanya itu, ratusan PKL juga menyandera mesin alat berat karena menilai penertiban tebang pilih.

Kericuhan ini kembali terjadi di kawasan Astro, yaitu depan Resto Asep Stroberi, di lokasi ini ratusan PKL menghadang aparat gabungan.
Ratusan PKL yang sudah kecewa kiosnya dibongkar meminta aparat gabungan berbuat adil dengan membongkar restoran Asep Stroberi.
Sekadar diketahui, dari 329 bangunan dan kios di kawasan puncak, ada satu restoran yang tidak ikut dibongkar aparat gabungan. Restoran Asep Stroberi luput dari penertiban setelah membayar denda Rp 50 juta.

Para PKL kecewa karena penertiban dinilai tebang pilih sehingga PKL memaksa petugas agar menertibkan resto Asep.
Aksi ini berujung kericuhan, sejumlah petugas terlibat aksi saling dorong dengan warga. Tak hanya itu sejumlah PKL bahkan berlarian menghadang alat berat yang akan digunakan untuk penertiban.
“Pemerintah ini bagaimana? Kita rakyat kecil dibongkar. Ini yang besar didiamkan, hanya karena membayar 50 juta,” keluhan Ujang (55) salah satu perwakilan pedagang.
Sementara itu pedagang yang lain, Fajar (55) mengaku penertiban tebang pilih karena sampai saat ini resto Asep juga belum memenuhi ijin IMB.
“Ini sama-sama belum punya imb, tetapi ini tidak dibongkar. Pemkab Bogor harus adil ini,” ungkap Fajar.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Cecep Iman Nagarasid menolak jika dikatakan penertiban tebang pilih.
Cecep mengakui resto Asep Stroberi lolos dari penertiban setelah membayar sejumlah uang. Namun pembayaran tersebut merupakan denda dari pelanggaran yang dibuat.
Sementara itu saat ditanya wartawan mengenai resto Asep Stroberi tidak ikut dibongkar, Cecep mengaku hal tersebut merupakan hasil rapat pimpinan Pemkab Bogor.
“Asep Stroberi penindakan perbedaan, hasil forum pendataan ruang yang diketuai Pak Sekda, alas haknya halal. Jadi tidak dilakukan pembongkaran, dan dilakukan proses perizinan,” tegas Cecep. (be-007)





















Discussion about this post