BOGOR – Ketua DPD KNPI Kota Bogor, Sapta Bela Alfaraby mengapresiasi langkah Polresta Bogor Kota bina para mantan pelajar yang terlibat tawuran.
“Model penanganan pelajar yang pernah terlibat aksi tawuran sehingga mereka tidak lagi turun ke jalan seperti ini baru kami jumpai di Kota Bogor. Artinya, sangat layak menjadi percontohan di nasional,” kata Sapta Bela, Rabu (10/07/2024).
Menurutnya, bimbingan jajaran Polresta Bogor Kota kepada para pelajar di Kota Bogor melalui berbagai dimensi kegiatan, sangat patut diapresiasi.
“Kita tahu semua, kadang penanganan aksi tawuran cenderung berbalas kekerasan. Tapi ini beda, dengan penuh kesabaran dan ketulusan mereka ajak anak-anak muda ini untuk sadar dan kembali ke tengah masyarakat untuk berbakti,” tandasnya.
DPD KNPI Kota Bogor, kata Sapta Bela, patut berbangga lantaran kerap turut serta dalam berbagai kegiatan bersama jajaran Polresta Bogor Kota.
“Program seperti ini sangat dibutuhkan oleh kalangan muda. Mereka ingin dirangkul, dilibatkan, diberikan kegiatan dan pekerjaan. Kesibukan itulah yang membuat mereka terhindar dari hal-hal negatif,” paparnya.

Selasa, (9/07/2024) kemarin, Kementerian Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) secara resmi memberikan penghargaan kepada Aparat Polresta Bogor atas perannya dalam usaha memberikan perlindungan kepada anak di Markas Polresta Bogor Kota.
Penghargaan ini diberikan atas inisiatif dan terobosan aparat Polresta Bogor, dalam menyadarkan 778 anak yang terlibat aksi tawuran massal selama ini.
Pemberian penghargaan kepada petugas Polresta Bogor dilakukan dengan penyerahan piagam penghargaan dari Menteri PPA yang diwakili Deputi Bidang Khusus Anak Dr Nazar kepada Kapolresta Bogor Kombespol Bismo Teguh Prakoso.
Polresta Bogor dinilai berhasil dalam melakukan terobosan membina ratusan anak pelaku tawuran sehingga bisa kembali menjadi warga yang baik dan diterima di lingkungan pekerjaan.
Dalam program yang dimaknai SKCK Goes to School, aparat Polresta Bogor Kota mengumpulkan ratusan anak yang terlibat tawuran.
Ratusan anak ini kemudian diberikan pembinaan mengenai wawasan kebangsaan dan wawasan menempuh kehidupan.
Tak hanya itu para remaja juga diberikan pembekalan keterampilan dengan dikirim magang ke sejumlah perusahaan.
“Penanganan tawuran dengan ditangani SKCK Goes to School ini merupakan terobosan pertama di Indonesia. Nanti kita akan minta juga dilakukan di polres-polres lain di seluruh Indonesia,” ungkap Nazar dalam sambutan sebelum memberikan penghargaan.
“Ini kok pendekatannya beda, SKCK itu label, stigma anak yang berhadapan dengan hukum, susah itu hidupnya selesai. Nah di Bogor ada pemulihan, tahapannya itu keren,” lanjutnya. (be-007)



















Discussion about this post