BOGOR – Dinas Kesehatan Kota Bogor meluncurkan program inovatif bernama Pamong Walargi sebagai bagian dari upaya pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada indikator pelayanan kesehatan bagi usia produktif.
Program ini difokuskan pada pencegahan dan pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bogor.
Program Pamong Walargi mencakup kegiatan deteksi dini, pemantauan kesehatan berkala, serta rujukan berkelanjutan bagi ASN.
Berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Bogor Nomor 100.3.4/1497-Dinkes tentang pelaksanaan Pamong Walargi, pemeriksaan kesehatan ASN dijadwalkan dua kali dalam setahun. Untuk tahun 2025, pelaksanaan pertama dilakukan pada bulan Mei.
“Alhamdulillah, pelaksanaan pertama Pamong Walargi tahun ini diselenggarakan di SMPN 9 Kota Bogor. Untuk sementara, kegiatan ini diikuti oleh ASN dari tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Cikaret, Kelurahan Empang, dan Kelurahan Bondongan di Kecamatan Bogor Selatan,” ujar Kepala Puskesmas Bondongan, drg. Aditya, kepada BogorExpose.id.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan lintas sektor di Puskesmas yang bertujuan memantau kesehatan seluruh ASN, khususnya di wilayah Bogor Selatan.
“Tujuan dari Pamong Walargi ini adalah untuk mendeteksi penyakit tidak menular sejak dini, agar ASN bisa menjaga pola hidup sehat. ASN harus sehat karena mereka melayani masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, partisipasi ASN dalam program ini terus meningkat dari tahun ke tahun, serta dapat bersinergi dengan berbagai pihak.
“Alhamdulillah, antusiasme ASN di tiga kelurahan tersebut sangat tinggi. Semoga ke depan program ini dapat bersinergi dengan berbagai pihak, sehingga semua ASN bisa lebih sadar menjaga kesehatannya. Dengan begitu, mereka bisa memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat,” pungkasnya.
(Rajiv)



















Discussion about this post