TAMANSARI-Angin segar yang dihembuskan untuk warga Tamansari ternyata tidak terlaksana hari ini. Pasalnya utusan yang dijanjikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tak kunjung datang.
Hal itu membuat warga Kecamatan Tamansari kecewa. Seperti yang diungkapkan oleh Mardi, salah satu perwakilan warga dari 3 desa yang kemarin mengadukan secara langsung kepada gubernur saat acara di Parung Panjang.
“Saya beserta warga menanti dari pagi dan menyiapkan semua hasil bumi yang sudah disiapkan oleh warga sebagai buah tangan untuk bapa aing, sampai harapan kamipun pupus karena sampai dengan sore belum ada tanda-tanda utusan gubernur datang ” keluhnya.
Warga berharap, KDM sapaan akrab Gubernur Jawa Barat bisa menepati janjinya dan melakukan tindakan terhadap PT PMC.
Ia mengungkapkan, Sabtu malam kemarin, dari hasil pembicaraan dengan KDM, bahwa gubernur akan mengutus DLH jabar serta pihak yang terkait untuk melakukan penyegelan pada Senin (14/07/2025).
“Saya pribadi sangat bahagia mendengar apa yang dibicarakan oleh bapa aing tentang akan adanya penyegelan proyek PT PMC, saya sampaikan berita baik ini kesemua warga di tiga desa, mereka sangat bahagia mendengarnya,” katanya.
Diketahui, warga tiga desa merasa dirugikan oleh pihak PT PMC yang diduga bertindak arogan dan menyerobot lahan dengan seenaknya.
“Saya hanya menyampaikan keluh kesah warga serta dampak dan kerugian yang di alami warga yang ditimbulkan oleh PT PMC,” katanya.
Diakuinya, secara pribadi mengalami pemukulan dari oknum preman yang mengaku dari pihak PT PMC, saat hendak menghentikan kegiatan pembuldozeran tanah dan pohon miliknya oleh perusahaan.
Dalam aduannya langsung ke KDM, dirinya meminta keadilan soal lahan miliknya yang diklaim oleh PT PMC.
Pasalnya, pihak perusahaan tanpa permisi langsung melakukan pemagaran dilahan miliknya serta tanah tersebut di buldozer hingga merusak tanaman disana.




















Discussion about this post