BOGOR – Aksi penyegelan terhadap puluhan lokasi obyek wisata di kawasan Puncak, Bogor mendapat sorotan keras dari pakar Ekowisata Prof. Ricky Avenzora, yang merupakan Guru Besar Tetap Manajemen Ekowisata Fakultas Kehutanan & Lingkungan IPB University.
Menurutnya, aksi pemerintah menyegel dan mencabut izin usaha wisata belakangan dimaknai sebagai suatu individual over acting (aksi yang dilakukan secara individual) serta position abuse of power (penyalahgunaan jabatan dan kekuasaan).
“Intinya tidak dilakukan dengan prosedur yang pas. Hal itu sungguh tidak bijak dan sangat merugikan semua pihak secara signifikan, hal itu menurut saya harus segera dihentikan dan tidak boleh diulang oleh siapapun,” katanya dalam Konferensi Pers Pra Orasi Imiah, Kamis (18/09/2025).

Untuk itu kata dia, mengenai proses dan hak usaha harus segera diberikan kembali kepada mereka para pengusaha. Bahkan, seharusnya perlu didukung serta difasilitasi oleh pemda dan tingkat pusat.
“Perihal puncak kebijakan Menteri Lingkungan Hidup saya kategorikan salah satu bentuk individual over acting dan juga bentuk dari abuse of power. Karena terlihat grasak grusuk untuk cawe-cawe secara tidak bijaksana,” katanya.
Sebagai contoh kata dia, kasus EIGER Adventure Land yang berlokasi di areal Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dirinya kategorikan bukan hanya individual over acting dan abuse of power dari pejabat terkait, melainkan juga misleading political mindset and crowd (pola pikir politik yang menyesatkan).

Dirinya mengatakan, coba lihat semua pemberitaan yang ada saat itu, siapa saja menteri dan tokoh politik yang tidak ada juntrungannya malah rame-rame datang ke areal Eiger dan bicara di depan kamera, mau cari panggung politik atau ada agenda persaingan ekonomi kelompok politik?
“Perlu kita sadari, Indonesia hanya memiliki sedikit sekali pengusaha wisata yang masuk dalam kategori menengah-atas dan konsisten untuk mengembangkan ekowisata di Indonesia dimana Eiger salah satunya,” kata Ricky.
Disini harusnya pemerintah suport dalam segala hal, jika ada khilaf, salah dan kekurangan dari mereka maka arahkan dan tuntunlah dengan baik dan efisien.
Menurutnya pola hentikan dan bongkar adalah arogansi jabatan yang secara hukum tidak benar, serta dalam aspek sosial-ekonomi juga sangat merugikan masyarakat luas dan juga negara.
Diketahui soal perizinan, Kepala UPT Penataan Bangunan Wilayah II Ciawi, Agung Tarmedi mengatakan, terkait bangunan-bangunan yang ada di Eiger, perizinannya sudah lengkap.
Sejauh ini, kata dia, EAL telah mengantongi dokumen perizinan di antaranya Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), siteplan dan juga Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) atas nama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) sebagai pemilik lahan.
Diketahui, EIGER Adventure Land dirancang bukan hanya sebagai destinasi wisata, melainkan juga sebagai ruang inspiratif yang menyatukan ekologi, etnologi, dan ekonomi.
Menurut Direktur EIGER Adventure Land, Imanuel Wirajaya melalui konsep 7E yakni Ekologi, Etnologi, Ekonomi, Edukasi, Estetika, Etika, dan Entertainment, EIGER Adventure Land berupaya menghadirkan harmoni antara manusia dan alam.
“Pemulihan Lahan dan Pelestarian Alam Pembangunan ekowisata yang berkelanjutan memerlukan keseimbangan antara ekologi, etnologi, dan ekonomi,” ujarnya.

Lewat integrasi ketiga aspek tersebut, EIGER Adventure Land diharapkan mampu menciptakan keberlanjutan yang memberi manfaat bagi lingkungan sekaligus masyarakat.
Di lahan PTPN kata dia dirancang sebagai gerbang menuju destinasi, EIGER Adventure Land mengubah lahan kritis menjadi kawasan ekowisata. Sebelumnya, lahan milik negara dikawasan PTPN | Regional 2 ini dikuasai secara ilegal oleh 83 penggarap dan dimanfaatkan untuk pertanian, peternakan, serta permukiman. Kini, lahan tersebut berhasil direstorasi melalui pendekatan kolaboratif yang humanis.
“Kami telah membangun 30 rumah untuk para masyarakat penggarap, serta mendirikan satu mushola dan sekolah PAUD. Relokasi ini merupakan bagian dari upaya penyelesaian masalah secara humanis, sekaligus pemulihan aset negara. Langkah ini bahkan mendapat apresiasi dari Menteri ATR/BPN yang berkunjung ke lokasi pada Maret 2023 lalu,” ujarnya.
Dirinya menambahkan pada aspek ekologi, sejak tahap pembangunan, EIGER Adventure Land berkomitmen menjalankan berbagai upaya pelestarian agar setiap proses tetap mempertahankan, bahkan meningkatkan, nilai-nilai lingkungan yang ada.
Upaya konservasi dilakukan melalui penghijauan lebih dari 100.000 pohon dan perdu, serta lebih dari 1,8 juta tanaman semak dan ground cover ditanam di area PTPN, dan lebih dari 1.800 pohon termasuk program adopsi di area TNGGP.
Perlu diketahui juga, keberadaan EAL juga dianggap menguntungkan masyarakat disana, seperti yang diungkapkan oleh Iskandar warga Megamendung puncak. Dengan adanya pembangunan eiger tersebut pastinya menyerap tenaga kerja wilayah.
“Ya menurut kami melihat dilokasi pembangunan eiger itu ramah lingkungan bahkan penanaman bibit-bibit pohon terus dilakukan,” jelasnya.
Tak hanya itu, poinnya adalah bisa menyerap tenaga kerja, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta bertumbuhnya ekonomi UMKM masyarakat puncak.




















Discussion about this post