BOGOREXSPOSE – Jajaran Satreskrim Polres Metro Bekasi hingga kini terus melakukan penyelidikan mendalam dugaan pembunuhan Notaris asal Bogor, Syarifah Sidah Alatas.
Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Agta Bhuwana Putra.
“Ada diduga seperti itu (dibunuh). Dugaan sementara ada penyebab kematian tidak wajar,” ujar AKBP Agta Bhuwana Putra saat dihubungi.
Agta mengatakan, pihaknya masih melakukan menyelidiki sosok terduga pelaku pembunuhan. Pelaku juga diduga membawa harta benda milik korban termasuk kendaraan jenis Honda Civic putih.
Kepada wartawan, adik almarhumah, Hasan Alatas mengungkapkan, jasad kakaknya iru ditemukan oleh warga di Sungai Citarum, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, pada Rabu (03/07/2025). Saat ditemukan, jasad korban dalam kondisi terikat batu.
“Ditemukannya itu kemarin jam 5 sore, saya dapat telepon dari Polsek Kedungwaringin, Bekasi. (Ditemukannya) di Sungai Citarum, oleh masyarakat setempat. Dievakuasi ke Polsek Kedungwaringin Bekasi,” ungkap Hasan kepada wartawan.
Hasan menduga korban sengaja diikat supaya jasadnya tenggelam dan tak ditemukan. Hasan juga mengungkap kondisi wajah korban yang hampir tak bisa dikenali saat ditemukan.
“Yang saya tahu itu diikat dengan batu supaya di sungai nggak gerak, supaya tenggelam. Tetapi akhirnya gerak juga kan dan ditemukan masyarakat. Kalau wajahnya sih sudah hampir nggak bisa dikenali,” lanjut Hasan.

Sidah sebelumnya sempat terekam CCTV meninggalkan rumah menggunakan mobil pukul 04:00 WIB.
“Dia (Sidah) kan memang biasa pergi sendiri kan, nggak pakai sopir, yang janggal dan yang agak aneh itu dia kan pulang ke rumah jam 02.17 WIB (Senin 30/6/2025) itu terekam di CCTV perumahan terlihat masuk perumahan jam 02.17 WIB. Lalu jam 4 pagi dia keluar lagi,” beber Hasan.
Hasan menyebut, Sidah terekam CCTV meninggalkan perumahan tempatnya tinggal di Tanahsareal, Kota Bogor pada Senin (01/07/2025) pagi. Akan tetapi satpam perumahan tidak mengetahui persis apakah ada orang lain di dalam mobil.
“Cuma saya nggak tahu di mobil itu ada orang atau tidak, saya ngga faham. saya tanya satpam perumahan sih (di dalam mobil) sendiri, tapi saya belum yakin karena kan subuh ya, kurang kelihatan juga. Cuma setelah keluar dari itu dua HP-nya sudah nggak aktif, ya sekitar jam 04:12 handphone sudah nggak aktif,” kata Hasan. (bil/dtk/*)




















Discussion about this post