BOGOR – Tingginya intensitas hujan sepekan ini tak hanya menimbulkan malapetaka di Jabodetabek. Tingkat kekeruhan pada sungai, juga berimbas pada bahan baku pasokan air bersih.
Kendati demikian, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor tetap memaksimalkan pelayanannya, dengan mengirim armada tanki airnya ke sejumlah titik wilayah yang terganggu.
Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Abdul Somad menjelaskan, intensitas hujan tinggi menyebabkan banjir di sumber-sumber air baku di Sungai Ciliwung, Sungai Cikeas, Sungai Cimanceuri, dan Sungai Cidurian.

“Kami tidak bisa memproduksi air bersih dikarenakan terbawanya material lumpur serta sampah pada arus sungai,” kata Abdul Somad, Selasa (04/03/2025).
Akibatnya, lanjut mantan Jurnalis ini, pasokan air bersih terganggu di seluruh pelanggan Cabang Pelayanan Cibinong dan Babakan Madang.
“Ada sebagian pelanggan yang terdampak di cabang pelayanan Parung Panjang, Jonggol dan Kemang. Kami mohon maaf atas gangguan yang terjadi,” tandasnya.
Pihaknya sangat memahami kebutuhan air bersih warga, tertuma saat ini berkaitan dengan nomentum Ramadan.
“Kebutuhan air bersih pada pelanggan jauh lebih tinggi dibanding biasanya, oleh karena kami akan mengerahkan armada truk tangki untuk bantuan air bersih bagi pelanggan yang terdampak,” jelasnya.
Pihaknya juga menyiagakan petugas untuk merespon aduan pelanggan yang membutuhkan bantuan air bersih.
“Silahkan menghubungi di nomor 1500862 untuk call center, 082119969008 untuk whatsapp, dan bisa DM akun Instagram kami @perumdaairminumtirtakahuripan” tangkasnya.
Pihaknya juga telah melakukan kegiatan mitigasi khususnya di Hulu Sungai Ciliwung, dengan hasil sebagai berikut :
Hulu Sungai Ciliwung yaitu Telaga Saat dan diketahui kondisi normal
Longsor di belakang Mesjid At-Ta’awun Puncak dan materialnyavmasuk ke aliran Sungai Ciliwung
Telah terjadi bencana banjir bandang dan bencana longsor di Kampung Pensiunan Tugu Utara, Kecamatan Cisarua.
“Material longsoran yang masuk ke aliran Sungai Ciliwung membuat tingkat kekeruhan/NTU Sungai Ciliwung sangat tinggi, dan menyulitkan proses produksi.
”Kami akan sesegera mungkin lakukan normalisasi pengaliran jika tingkat kekeruhan sumber air kami sudah kembali normal. Kami juga menghimbau kepada seluruh warga untuk tidak membuang sampah di aliran sungai,” pungkasnya. (bil/*)




















Discussion about this post