BOGOR – Meski sudah diberlakukan larangan operasional dengan pemberian kompensasi dari Pemprov Jabar, namun banyak angkot yang beroperasi di kawasan Jalur Puncak Kabupaten Bogor.
Larangan angkot ini sebelumnya sudah menjadi kesepakatan para sopir angkot dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi guna mengantisipasi kemacetan panjang di jalur Puncak.
Dalam kesepakatan ini angkot dihimbau tidak beroperasi selama musim liburan lebaran, tercatat mulai hari Selasa (01/04/2025) hingga sepekan ke depan. Sebagai gantinya para sopir mendapat kompensasi sembako dan uang tunai.
Meski sudah ada kesepakatan namun ternyata di lapangan hari ini masih banyak angkot yang beroperasi. Pepen (56) sopir angkot jurusan Bogor-Cisarua mengaku nekat beroperasi untuk memantau jalur.
Alih alih akan memperbaiki armada dirinya memantau jalur sepanjang sekitar 15 kilometer tersebut.
“Wah banyak tarikan Pak, penumpang banyak. Tapi kan ada larangan ini, jadi gak berani narik,” ungkap Pepen.
Sementara itu sejumlah sopir ternyata masih nekat beroperasi. Sementara itu larangan ini juga dimanfaatkan angkot lain dari jurusan Kota Bogor untuk menarik borongan penumpang dari Kota Bogor maupun Ciawi. (her/bil)





















Discussion about this post