BOGOR –Empat bus listrik resmi beroperasi di Kabupaten Bogor untuk mengangkut warga dari Bojonggede hingga Sentul. Keberadaan bus listrik ini sebagai langkah pemkab Bogor menghadirkan transportasi publik ramah lingkungan dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.
Laumching ini menjadi lanjutan setelah sebelumnya dua bus listrik diperkenalkan pada tahun lalu.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, keempat bus listrik tersebut saat ini mulai dioperasikan dalam tahap uji coba dan dapat digunakan masyarakat secara gratis.
“Kita launching bus listrik untuk dioperasionalkan secara resmi di Pemerintah Kabupaten Bogor. Saat ini masih dalam tahap uji coba dengan empat kendaraan yang 100 persen elektrik dan 100 persen gratis,” ujarnya Minggu (5/4/2026).
Menurutnya, ke depan pengoperasian bus listrik akan dikembangkan melalui skema Buy The Service (BTS) yang didukung oleh pemerintah pusat maupun daerah, guna meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik di Kabupaten Bogor.
“Melalui konsep BTS, kami ingin menghadirkan pelayanan transportasi yang nyaman, terjangkau, dan ramah lingkungan bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Pemkab Bogor juga mendukung program pemerintah pusat dalam penghematan energi, khususnya bahan bakar minyak.
“Salah satu langkah yang diterapkan adalah kebijakan work from home (WFH) satu kali dalam sepekan, yakni setiap hari Jumat, mengikuti kebijakan pemerintah pusat,” katanya.
Tak hanya itu, Pemkab Bogor juga mencanangkan gerakan penggunaan sepeda dan kendaraan listrik bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Rabu.
“Setiap hari Rabu kami instruksikan ASN untuk menggunakan sepeda atau kendaraan listrik, baik motor maupun mobil. Harapannya ini juga diikuti oleh masyarakat agar kita bersama-sama menghijaukan udara di Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Dalam tahap awal, rute bus listrik ini menghubungkan kawasan Bojonggede hingga Sentul City, dengan titik pemberhentian di sejumlah lokasi strategis, termasuk halte yang terintegrasi dengan layanan Transjakarta.
Pemilihan rute ini didasarkan pada tingginya mobilitas warga, terutama di Stasiun Bojonggede yang menjadi salah satu stasiun dengan jumlah penumpang tertinggi.
“Kita melihat sekitar 50 ribu masyarakat menggunakan Stasiun Bojonggede setiap hari untuk beraktivitas ke Jakarta. Dengan adanya bus ini, masyarakat diharapkan tidak perlu lagi menggunakan kendaraan pribadi,” ungkapnya.
Selain rute menuju Sentul, Pemkab Bogor juga berencana mengembangkan jalur lain, termasuk ke kawasan Tugu Pancakarsa hingga exit tol Citeureup–Cibinong.
Uji coba bus listrik ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan ke depan. Jika mendapatkan respons positif dari masyarakat, Pemkab Bogor akan menambah jumlah armada sebelum masa uji coba berakhir.
Di sisi lain, Pemkab Bogor juga tengah mengkaji pengadaan angkutan wisata berupa bus tingkat (double decker) dengan atap terbuka untuk mendukung sektor pariwisata.
Rencananya, bus wisata tersebut akan melayani rute dari Cibinong menuju kawasan Puncak hingga perbatasan Cianjur, melewati jalur wisata seperti kebun teh.
“Ke depan masyarakat yang ingin berwisata ke Puncak bisa memarkir kendaraan di Stadion Pakansari, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan bus wisata. Ini juga untuk mengurangi kemacetan di jalur Puncak,” katanya. (Imam)


















Discussion about this post