YOGYAKARTA – Puluhan pemuda-pemudi yang tergabung dalam KNPI Kota Bogor mengikuti study tiru kewirausahaan para pemuda di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan yang dipelopori Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor berkerjasama dengan Dispora Yogyakarta itu, dimulai dengan mengunjungi gerai House of Zaw (HoZ).

Gerai busana dan pernak-pernik milik usahawan muda itu, menjadi icon kemajuan wirausahawan di Yogyakarta.
Kunjungan para pemuda ke Kota Pendidikan pada 16-17 Oktober 2024 itu, juga dikawal langsung Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bogor Hanafi, Kepala Dispora Taufik dan Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Dody Wahyudin.
Owner House Of Zaw, Candra mengatakan, bahwa perusahaan yang didirikannya memiliki komitmen untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui membantu pemasaran produk-produk rumahan.
House of Zaw yang berlokasi di Jalan Mangkuyudan, Yogyakarta itu telah berdiri sejak setahun yang lalu dan memasarkan hampir 100 brand produk lokal.
“Disini kami pasarkan sekitar 88 brand , jadi aksesoris yang kami jualan itu 100 persen homemade atau produk rumahan,” jelasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan DPD KNPI Kota Yogyakarta, Slamet Riadi mengatakan, Kota Yogyakarta itu, selain kota pendidikan juga sebagai kota jasa dan usaha.
Maka, dengan demikian peluang pemuda menjadi pengusaha itu sangat terbuka lebar, potensi dan kesempatan itu selalu ada. Dan sejauh ini sudah banyak tercipta para pengusaha muda.
“Disini, ada salah satu pemuda yang sukses berwirausaha usaha dengan wirausaha, dirinya kolaborasi mengelola Home stay, kost-kostan, ruko, dan rumah-rumah,” jelas Adi, saat memberikan pemaparannya.
Bahkan, kata Adi sapaan akrabnya, ada salah seorang pemuda yang awalnya hanya mengelola usaha dan akhirnya bisa membangun usaha sendiri. “Yang, pasti kita harus kreatif, inovatif dan pandai membaca peluang,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPRD KNPI Kota Bogor, Sapta Bella mengatakan, bahwa pemuda itu merupakan masa depan bangsa, sehingga harus mampu mengembangkan segala potensi termasuk dalam berwirausaha usaha.
Dirinya berharap, wawasan berwirausaha yang didapat dari kegiatan tersebut bisa di implementasikan oleh masing-masing anggota, sehingga bisa berkontribusi terhadap pembangunan Kota Bogor.
“Ketika sukses berwirausaha, maka secara otomatis kita telah berkontribusi terhadap pembangunan, sebab berdampak terhadap peningkatan perekonomian dan melalui rekruitmen pegawai bisa mengurangi angka pengangguran yang selama ini masih jadi PR pemerintah,” tambahnya.
Sapta berterima kasih kepada Pemkot Bogor khususnya Dispora yang selalu menjaga sinergi dan melibatkan peran pemuda dalam berbagai aspek dalam pembangunan Kota Bogor.

Sementara itu, Asisten perekonomian dan pembangunan Setda Kota Bogor, Hanafi berharap, melalui studi banding ini, para pemuda dan pemudi di Kota Bogor yang berada dibawah KNPI, bisa mengadopsi dan mendapatkan ilmu serta wawasan di bidang usaha.
“Ini bisa menjadi inspirasi dan percontohan, bahwa di Kota Bogor juga memiliki potensi besar dan bisa sama seperti di Yogyakarta ini. Sektor usaha untuk kalangan anak muda itu memiliki peluang besar,” harapnya. (bil)





















Discussion about this post