• Hubungi Kami
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Sabtu, September 12, 2026
BogorExpose.com
  • Headline
  • Bogor Plus
    • X-Biz
    • X-Sport
  • Nusantara
  • Mimbar Politik
  • Kabar Dunia
  • Jelajah
  • Persepsi
  • Bogor Pisan
    • Info Pak Kades
    • Info Pak Lurah
No Result
View All Result
BogorExpose.com
  • Headline
  • Bogor Plus
    • X-Biz
    • X-Sport
  • Nusantara
  • Mimbar Politik
  • Kabar Dunia
  • Jelajah
  • Persepsi
  • Bogor Pisan
    • Info Pak Kades
    • Info Pak Lurah
No Result
View All Result
BogorExpose.com
No Result
View All Result
Home Nusantara

Bukan Junghuhn atau Reinwardt, Ternyata Ini Pendaki Pertama Gunung Pangrango

Bukan Junghuhn atau Reinwardt, Ternyata Ini Pendaki Pertama Gunung Pangrango
543
SHARES
1.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bogor – Gunung Pangrango terkenal dengan ketinggiannya yang mencapai 3.019 meter di atas permukaan laut. Selain itu gunung yang bersebelahan dengan Gunung Gede ini misterius karena sangat jarang pendaki yang bermalam di gunung ini. Dibalik berbagai kisah dibalik keberadaan Gunung Pangrango ternyata menyimpan kisah inspiratif. Siapakah orang pertama yang mendaki salah satu gunung tertinggi di pulau Jawa ini?

Dalam artikel maupun jurnal di Indonesia maupun Eropa tercatata sejumlah nama yang pernah mendaki Gunung Pangrango. Antara lain Franz Wilhelm Junghuhn, seorang naturalis dan geolog asal Jerman yang bekerja untuk pemerintah kolonial Belanda. Dalam penjelajahannya sekitar tahun 1839, Junghuhn terdorong oleh rasa ingin tahunya terhadap flora, fauna, dan bentang alam Pulau Jawa.

Ada lagi, C.G.C Reindwardt seorang ahli botani yang mencoba mendaki pada tahun 1819. Pendakian Reindwardt untuk melakukan penelitian flora dan fauna di wilayah Gunung Gede-Pangrango.

Banyak ditemukan tumbuhan unik yang ditemukan oleh Reinwardt salah satunya Edelweis jenis Jawa, ratusan jenis Anggrek dan Begonia Robusta. Sementara berbagai jenis fauna seperti Owa Jawa, Lutung Surili, Macan Tutul, Bajing Terbang, Elang Jawa, Walet Gunung dan ragam spesies lainnya.

BACAJUGA

Ajalo Bird Race International Dorong Maluku Utara Jadi Destinasi Birdwatching Kelas Dunia 

Ajalo Bird Race International Dorong Maluku Utara Jadi Destinasi Birdwatching Kelas Dunia 

1 Agustus 2026
Tantan Resmi Mendaftar sebagai Calon Ketua PWI Jawa Barat

Tantan Resmi Mendaftar sebagai Calon Ketua PWI Jawa Barat

31 Juli 2026
Pengembalian Amplop SGD 12.000 Jadi Fakta Hukum Penting, Ahli: Unsur Mens Rea Menjadi Penentu Ada Tidaknya Pidana

Pengembalian Amplop SGD 12.000 Jadi Fakta Hukum Penting, Ahli: Unsur Mens Rea Menjadi Penentu Ada Tidaknya Pidana

12 Juli 2026
ION WATER dan AirAsia HYROX Kolaborasi Perkuat Ekosistem Fitness di Indonesia

ION WATER dan AirAsia HYROX Kolaborasi Perkuat Ekosistem Fitness di Indonesia

6 Juni 2026

Namun ada nama yang belum masuk daftar pendaki pertama Gunung Pangrango yaitu seorang tentara Kapten Michiel Ram dan seorang Kartografer Cornelis Coops atau yang dikenal sebagai Ram en Coops. Keduanya diketahui mendaki Gunung Pangrango sekitar tahun 1701 dalam rangka melaksanakan tugas perintah dari Willem van Outhoorn, Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu.

Ram en Coops diperintahkan untuk memeriksa kondisi alam termasuk kondisi sungai-sungai yang hulunya berada di daerah pegunungan. Karena terdapat kerusakan lingkungan di muara sungai Ciliwung dan Cisadane setelah terjadi letusan Gunung Salak disertai gempa pada tahun 1699.

“Sedikit lebih jauh ke hulu, kami melewati sungai kecil bernama Jambu Lawak (Jambu Luwuk;sekarang)) dan tiba sekitar pukul 10 pagi di desa Serang (?), yang merupakan desa tertinggi dan terjauh yang kami kunjungi.”

Setelah menetap sementara, tim mengukur jarak gunung Pangrango di tenggara hingga selatan-tenggara, dan Gunung Salak di barat-barat daya dari posisinya. Tim melanjutkan perjalanan sekitar pukul 7 pagi tanpa menggunakan kuda beserta sebagian besar barang bawaan, karena medan yang sulit.

“Kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki melintasi pegunungan yang terjal dan tinggi hingga mencapai Sungai Besar Batavia (Ciliwung), di mana sungai kecil Ci Esse (Ciesek) bermuara ke sungai tersebut.”

Perjalanan tim mulai disulitkan sekitar pukul 3 sore dengan menyurusi anak sungai Ciesek dan tiba di kaki Gunung Pangrango, di sebuah dataran yang diberi nama Pondok Alon-alon. Karena tim semua sangat kelelahan, maka diputuskan untuk bermalam di sana. Setelah berjalan lebih dari enam jam dan mendapati bahwa semua sungai serta anak sungai yang disebutkan sebelumnya airnya sangat jernih dan bersih tanpa sedikit pun kekeruhan.

“Kami mengirim beberapa orang Jawa untuk membuka jalan, yang kemudian kami susuri sekitar pukul 7 pagi. Jalan ini membawa kami menyusuri dan menaiki lereng yang curam hingga dekat dengan puncak Gunung Pangrango.”

Dalam catatannya, Ram en Coops menggambarkan perjalanan penuh tantangan yang ia hadapi. Mereka harus membuka jalur sendiri, menembus lebatnya hutan tropis yang dipenuhi satwa liar dan tumbuhan berduri.

Setelah dua jam perjalanan menyusuri lereng yang curam, rombongan Ram en Coops mencapai punggungan gunung. Yang didapati lebarnya hanya sekitar 18 hingga 12 kaki, dan di banyak tempat hanya selebar 4 hingga 5 kaki. Punggungan ini telah rusak parah oleh gempa bumi, penuh dengan retakan besar, dan terpisah-pisah dengan celah-celah yang dalam.

Kisah Ram en Coops bukan hanya cerita sebuah perjalanan atau ekpedisi ke alam yang tapaknya belum terjamah. Namun ternyata meletusnya Gunung Salak membuat dampak hingga Pangrango yang berdekatan dengan Sungai Ciliwung.

Kapten Michiel Ram dan seorang Kartografer Cornelis Coops layak berada di deretan nama pendaki Gunung Pangrango pertama kali selain Junghuhn dan Reinwardt. Buasnya kondisi alam Gunung Pangrango membuat gambaran betapa sulitnya mereka mendaki untuk melakukan sebuah penelitian dan observasi.

Sumber : Dagregister 9 November Ram en Coops dan berbagai sumber

#GunungPangrango #PendakiPertama #SejarahPendakian #EksplorasiGunung #RamCoops #GunungSalak #Ciliwung #FloraFauna #SejarahIndonesia #PendakianGunung

Pendaki pertama Gunung Pangrango, sejarah pendakian, Kapten Michiel Ram, Cornelis Coops, Gunung Pangrango, Gede Pangrango, Junghuhn, Reinwardt, flora dan fauna Jawa, letusan Gunung Salak, Ciliwung, sejarah Bogor.

oleh : Eko Hadi (Bogor Historia)

 

Tags: Bogor exposegunung pangrangoJunghuhnPendaki PertamaReinwardt
Previous Post

Kompetisi Akustik “Acoustic Vibes: A Battle of Strings” di Awal 2025, Ayo Daftar!!!

Next Post

Yayasan Daarut Toyyibil Muqorrobiin : Sibukkan Hari-Hari dengan Al-Qur’an Demi Hidup Mulia

Related Posts

Ajalo Bird Race International Dorong Maluku Utara Jadi Destinasi Birdwatching Kelas Dunia 

Ajalo Bird Race International Dorong Maluku Utara Jadi Destinasi Birdwatching Kelas Dunia 

1 Agustus 2026
0

MALUKU - Taman Nasional Aketajawe Lolobata (Ajalo), di Maluku Utara menjadi lokasi penyelenggaraan Ajalo International Bird Race 2026. Ajang pengamatan...

Tantan Resmi Mendaftar sebagai Calon Ketua PWI Jawa Barat

Tantan Resmi Mendaftar sebagai Calon Ketua PWI Jawa Barat

31 Juli 2026
0

BANDUNG – Sekretaris Umum PWI Jawa Barat yang juga Pemimpin Redaksi Inilah Koran, Tantan Sulthon Bukhawan, resmi mendaftarkan diri sebagai...

Pengembalian Amplop SGD 12.000 Jadi Fakta Hukum Penting, Ahli: Unsur Mens Rea Menjadi Penentu Ada Tidaknya Pidana

Pengembalian Amplop SGD 12.000 Jadi Fakta Hukum Penting, Ahli: Unsur Mens Rea Menjadi Penentu Ada Tidaknya Pidana

12 Juli 2026
0

JAKARTA - Polemik terkait pengembalian amplop berisi SGD 12.000 yang dikaitkan dengan Menteri Kehutanan terus menjadi perhatian publik. Dalam perspektif...

ION WATER dan AirAsia HYROX Kolaborasi Perkuat Ekosistem Fitness di Indonesia

ION WATER dan AirAsia HYROX Kolaborasi Perkuat Ekosistem Fitness di Indonesia

6 Juni 2026
0

JAKARTA- PT Amerta Indah Otsuka melalui salah satu merek unggulannya, ION WATER, berkolaborasi dengan AirAsia HYROX Jakarta untuk memperkuat ekosistem...

Discussion about this post

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ini Trayek Baru Angkot dan BisKita di Kota Bogor, Cek Lengkapnya Disini!

Ini Trayek Baru Angkot dan BisKita di Kota Bogor, Cek Lengkapnya Disini!

2 Mei 2023
Alhamdulillah, Teh Zakiyah Lolos ke Parlemen Wakili Warga Bogor Utara

Alhamdulillah, Teh Zakiyah Lolos ke Parlemen Wakili Warga Bogor Utara

17 Februari 2024
Bejat, Pegawai Koperasi PDAM Perkosa Anak Yatim Sampai Hamil 7 Bulan

Bejat, Pegawai Koperasi PDAM Perkosa Anak Yatim Sampai Hamil 7 Bulan

7 Juni 2023
Hebat, Kota Bogor Jadi Tuan Rumah Webinar Literasi Digital

Hebat, Kota Bogor Jadi Tuan Rumah Webinar Literasi Digital

0
Hore, Perumda Tirta Pakuan Gratiskan Tagihan Air Mesjid Selama Ramadhan

Hore, Perumda Tirta Pakuan Gratiskan Tagihan Air Mesjid Selama Ramadhan

0
Mucikari Jualan Wanita di Bogor Valey Lewat Aplikasi Michat

Mucikari Jualan Wanita di Bogor Valey Lewat Aplikasi Michat

0
Jurnalis Bogor Gelar Doa Bersama Bagi Lima Jurnalis yang Hilang, Berharap yang Terbaik

Jurnalis Bogor Gelar Doa Bersama Bagi Lima Jurnalis yang Hilang, Berharap yang Terbaik

11 September 2026
Kantah Kabupaten Bogor I Kembali Normal Usai Digeledah Polda Metro Jaya Terkait PTSL

Kantah Kabupaten Bogor I Kembali Normal Usai Digeledah Polda Metro Jaya Terkait PTSL

11 September 2026
KPK: Dokumen Soal Pengadaan Barang dan Jasa yang Disita

KPK Dalami Keterlibatan Pimpinan Daerah dalam Kasus Dugaan Upah Pungut di Bappenda Bogor

11 September 2026
BogorExpose.com

Selamat Datang di Bogorexpose.com,
Portal Berita yang dikelola oleh PT EKSPOSE MEDIA BERSAMA
SK Kemenkumham RI NOMOR : AHU-0046015.AH.01.01.Tahun 2023

REDAKSI – HUBUNGI KAMI – PEDOMAN MEDIA CYBER

 

Copyright © 2023 BOGOREXPOSE.COM

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.
No Result
View All Result
  • Headline
  • Bogor Plus
    • X-Biz
    • X-Sport
  • Nusantara
  • Mimbar Politik
  • Kabar Dunia
  • Jelajah
  • Persepsi
  • Bogor Pisan
    • Info Pak Kades
    • Info Pak Lurah