BOGOR – Sejumlah mahasiswa menggelar aksi solidaritas mendukung masyarakat adat Suku Aywu di Boven Digoel yang tengah mempertahankan dan menolak pembabatan hutan seluas 36.094 hektare di Papua.
Aksi solidaritas ini dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITB Vinus Bogor dengan cara membuat petisi penolakan ekspansi perusahaan kelapa sawit di wilayah Papua.
Presiden Mahasiswa BEM ITB Vinus Bogor, Bagas Safardan mengatakan, slogan ‘All Eyes on Papua’ terus mencuat dalam sepekan terakhir.
Slogan ini, kata Bagas, muncul tidak lama setelah unggahan ‘All Eyes on Rafah’ yang viral di media sosial.
“Gerakan ‘All Eyes on Papua’ ini berisi ajakan yang mendukung masyarakat adat Suku Aywu di Boven Digoel—merupakan salah satu kabupaten di Papua,” kata Bagas melalui keterangannya, Minggu (09/06/2024).
Hari ini, lanjut Bagas, Suku Awyu tengah berupaya mempertahankan dan menolak pembabatan hutan seluas 36.094 hektare, yang setara setengah area Jakarta.
“Hutan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat adat Papua, rencananya akan di ekspansi perusahaan kelapa sawit PT. Indo Asiana Lestari,” tegasnya.
Melalui gerakan All Eyes on Papua ini, (BEM) Institut Teknologi dan Bisnis Visi Nusantara (ITB Vinus) Bogor berinisiatif untuk melakukan aksi solidaritas dengan menyerukan petisi pencabutan izin sawit PT Indo Asiana Lestari (PT IAL) di area kampus ITB Vinus Bogor.
“Gerakan ini perlu diupayakan secara masif agar bisa membantu peristiwa yang tengah mengancam masyarakat adat Papua hari ini,” pinta Bagas.
Melalui aksi solidaritas ini, Bagas meyakini, apa yang telah disuarakan dapat tersampaikan secara maksimal, mengingat pesatnya informasi digital saat ini.
“Masyarakat adat Papua hari ini tengah menghadapi ancaman pembabatan lahan hutan yang menjadi sumber penghidupan mereka,” paparnya.
Sebagai mahasiswa, Bagas pun mengajak rekan-rekannya yang lain untuk membuka mata atas apa yang tengah mengancam warga Papua. (be-017)





















Discussion about this post