Bogor Expose, Sukabumi – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) melaporkan kondisi terkini infrastruktur jalan yang terdampak tanah longsor dan pergerakan tanah di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi.
Kepala Dinas BMPR Jabar, Bambang Tirtoyuliono, menyampaikan bahwa sejumlah jalan provinsi yang sempat tertutup material longsor kini mulai bisa dilalui kendaraan secara terbatas.
Salah satu jalur utama, yakni Jalan Cikembar-Jampangtengah-Kiaradua, sudah dapat dilewati semua jenis kendaraan. Namun, sistem buka-tutup masih diterapkan di tiga titik, yaitu di Kilometer 146+400, Kilometer 139+050, dan Kilometer 148+400.
Selain itu, akses di ruas Jalan Waluran-Malereng-Palangpang-Puncak Darma-Cisaar serta Jalan Nasional Kiaradua-Waluran kini juga dapat dilalui oleh pengendara.
Namun, di ruas Jalan Nasional Surade-Tegalbuleud-Sindangbarang, hanya kendaraan kecil yang bisa melintas karena masih terdapat hambatan pada beberapa titik.
Ruas Jalan Sukabumi (Baros)-Sagaranten, tepatnya di Kampung Cisayar, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, saat ini dalam tahap perbaikan.
Kerusakan berupa retaknya beton dan amblasnya jalan sedang ditangani dengan alat berat jenis breaker yang mulai membongkar beton.
Sementara itu, akses menuju destinasi wisata unggulan Geopark Ciletuh masih belum dapat dilalui kendaraan roda empat.
Hal ini disebabkan oleh amblasnya badan jalan di ruas Cisaar-Simpang Loji akibat kerusakan gorong-gorong.
Di sisi lain, jembatan Cihaur yang berada di ruas jalan Simpang Loji-Puncak Darma dilaporkan roboh, sehingga akses ke kawasan tersebut terputus total.
Bambang menambahkan, pihaknya terus berupaya mempercepat penanganan infrastruktur yang terdampak agar aktivitas masyarakat dan perekonomian bisa kembali normal.
“Tim di lapangan bekerja maksimal agar aksesibilitas di wilayah selatan Sukabumi bisa segera pulih sepenuhnya,” jelasnya.
Sementara itu, Pemerintah provinsi mengimbau masyarakat yang melintas di area terdampak untuk tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan.




















Discussion about this post