BOGOR – Pelaku aksi congkel mata di acara Vespa dan sempat viral, Kundono alias Omen (42) mengungkapkan penyebab aksi nekadnya itu.
Pelaku aksi keji di Lapangan Binaraga Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor itu mengakui bersalah dan meminta maaf kepada korban Faisal Nasution (32).
Meski demikian dirinya mengisyaratkan juga akan menuntut korban, karena sebelum aksi colok mata, korban terlebih dahulu memukul istrinya N dengan menggunakan botol miras.
Pengakuan dosa dan permintaan maaf ini dilakukan pelaku Kundono alias Omen, saat ditanya sejumlah wartawan dalam konpres di Markas Polsek Gunungputri Rabu siang (25/09/2024).
Omen mengaku melakukan tindakan colok mata tersebut dilakukannya secara spontan, karena melihat istrinya N dipukul pelaku dengan menggunakan botol miras.
Omen juga mengecam sejumlah media sosial yang memberitakan bahwa dirinya melakukan aksi congkel mata dengan menggunakan alat. Padahal dirinya hanya mencolok mata korban dengan jari telunjuk dan jari tengah saja.
“Tidak benar itu kalau saya mencongkel, saya mencolok spontan saja dengan tangan saya,” ungkap Omen.
Meski demikian Omen mengaku menyesal atas perbuatan yang membuat korban Faisal Nasution terancam mengalami kebutaan permanen.
Seperti diberitakan sebelumnya, aksi colok mata ini sempat menjadi berita panas di sosial media dan media massa. Pelaku Omen mencolok korban Faisal Nasution karena emosi sang istri N dianiaya oleh korban.
Akibat kejadian ini hingga kini korban masih menjalani perawatan medis di RSUD Cibinong dan terancam mengalami kebutaan permanen.
“Saya meminta maaf kepada korban, dan keluarganya atas perbuatan saya. Saya sangat menyesali perbuatan saya,” ungkap Omen sembari sedih.
Meski demikian Komen mengaku pihaknya akan melaporkan balik korban dengan dugaan penganiayaan terhadap istrinya N. Pasalnya sebelum aksi colok mata korban terlebih dahulu menganiaya N dengan botol miras.
“Kalau laporan itu istri saya, dia yang melaporkan karena sebelumnya memukul dengan botol. Kalau tidak ada kejadian itu, juga tidak saya colok mata korban,” lanjut Omen.
Sementara itu Kapolsek Gunungputri, AKP Aulia Robby mengungkapkan peluang korban juga menjadi pelaku kejahatan terbuka karena memang dalam keterangan yang berhasil dihimpun dalam pemeriksaan saksi ada aksi pemukulan sebelumnya.
“Bisa saja korban jadi tersangka, kalau korban N membuat laporan,” tegas Aulia. (Her)




















Discussion about this post