BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto terus menggencarkan penataan jaringan kabel udara.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), langkah tersebut dilakukan di sejumlah titik strategis, salah satunya di Kecamatan Ciawi.
Upaya ini bertujuan menciptakan wajah kota yang tertata, indah, sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat.
DPUPR Kabupaten Bogor telah memutus jaringan kabel udara di beberapa lokasi, antara lain Jalan Kandang Roda–Sentul (Jalan Soekarno Hatta), Jalan Kandang Roda–Pakansari (Jalan Jenderal Soedirman), Simpang Daralon, dan Simpang PDAM.
Adapun ruas jalan yang saat ini dalam progres penurunan kabel udara meliputi Jalan Mayor Oking, Jalan Edi Yoso, Jalan Tegar Beriman, serta Jalan Cijayanti–Bojong Koneng.
Sementara itu, proses perizinan tengah dilakukan untuk ruas Jalan Raya Bogor, mulai dari Fly Over Cibinong hingga Pomad perbatasan Kota Bogor.
Seluruh penataan ini mengacu pada Surat Edaran Nomor 600.1/439/Adbang tentang Pelaksanaan Penataan dan Penertiban Jaringan Utilitas, yang menekankan pentingnya merapikan kabel udara demi estetika, ketertiban, keindahan, dan keselamatan masyarakat.
Tahap awal penataan difokuskan pada beberapa ruas prioritas, di antaranya, Jalan Nasional, Ciledug/Batas Depok–Batas Kota Bogor (Jalan Raya Bogor).
Jalan Provinsi, Jalan Mayor Oking, Jalan Sukahati–Kedunghalang. Jalan Kabupaten, Jalan Cijayanti–Babakan Madang, Jalan Cijayanti–Bojong Koneng, Jalan Bojong Koneng–Tapos, Jalan Tegar Beriman, Jalan Kandang Roda–Sentul, Jalan Kandang Roda–Pakansari, Jalan Cikaret–Harapan Jaya, Jalan Karang Asem Barat–Sentul, Jalan Citeureup–Babakan Madang, serta Jalan Kedep–Cileungsi.
Sekretaris DPUPR Kabupaten Bogor, Gantara Lenggana, menegaskan bahwa penataan kabel udara dilakukan untuk mewujudkan kota yang rapi, indah, dan tertata melalui pemindahan kabel ke bawah tanah.
“Harapannya, penertiban kabel udara dapat mendukung terwujudnya Kabupaten Bogor sebagai kota global, meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, sekaligus menghadirkan layanan telekomunikasi yang lebih andal melalui kolaborasi antara pemerintah dengan operator utilitas,” ungkap Gantara.
Hal senada disampaikan Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan (IJJ) Kelas A Wilayah II Ciawi, Heru Haerudin. Menurutnya, langkah ini bukan hanya soal estetika, tetapi juga menyangkut keamanan dan kerapihan infrastruktur.
“Dengan kabel yang lebih tertata, masyarakat dapat merasakan manfaat langsung, mulai dari kenyamanan lalu lintas, keamanan pengguna jalan, hingga keindahan lingkungan,” ujar Heru.
Dukungan juga datang dari masyarakat. Ade, warga Ciawi, menilai langkah pemerintah sangat positif karena membuat lingkungan terlihat lebih rapi dan nyaman.
“Ya bagus lah, jadi nggak kelihatan semrawut. Kalau gini kelihatan lebih tertata rapi,” katanya.




















Discussion about this post