BOGOR – Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Kota Bogor menggelar kegiatan Halal Bihalal di Teras Dara Restaurant & Lounge pada Jumat (17/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh para advokat, pengurus, serta anggota PERADI dari berbagai wilayah di Kota dan Kabupaten Bogor. Mereka berkumpul sekaligus melakukan konsolidasi untuk menyukseskan Musyawarah Nasional (Munas) PERADI yang akan digelar pada 24–25 April 2026 mendatang.
Tim sukses Akhmad Fakri Assegaf kandidat Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PERADI dari Rumah Bersama Advokat (RBA), Emir Z Pohan, memaparkan visi dan misi calon yang diusung.

Ia menegaskan pentingnya transformasi organisasi advokat agar semakin adaptif terhadap dinamika hukum nasional maupun global.
“Ke depan, PERADI harus menjadi organisasi yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman, termasuk digitalisasi layanan hukum dan peningkatan kualitas advokat secara berkelanjutan,” ujar Emir.
Ia juga menambahkan bahwa Munas PERADI 2026 menjadi momentum penting untuk menentukan arah baru organisasi. Menurutnya, kepemimpinan yang visioner dan inklusif sangat dibutuhkan untuk menjaga marwah profesi advokat.
“Kami mengajak seluruh anggota untuk berpartisipasi aktif dalam Munas, karena ini bukan sekadar agenda lima tahunan, tetapi penentu masa depan organisasi. Persatuan dan kesamaan visi menjadi kunci utama,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PERADI Rumah Bersama Advokat (RBA) Kota Bogor, Gunara, menegaskan bahwa kegiatan Halal Bihalal ini memiliki makna strategis selain sebagai tradisi silaturahmi.
“Halal bihalal ini bukan hanya seremoni, tetapi menjadi ruang konsolidasi dan komunikasi antaranggota. Kami ingin memperkuat kebersamaan sekaligus menyatukan langkah dalam menghadapi Munas PERADI,” ungkap Gunara.
Menurutnya, dukungan terhadap salah satu kandidat Ketua Umum DPN PERADI juga merupakan bagian dari upaya membangun kepemimpinan yang mampu membawa aspirasi daerah ke tingkat nasional.
“Kami berharap figur yang terpilih nanti benar-benar memahami kebutuhan advokat di daerah, memperjuangkan kesejahteraan anggota, serta menjaga independensi profesi advokat sebagai pilar penegakan hukum,” tegasnya.
Gunara juga menekankan pentingnya menjaga etika profesi di tengah dinamika praktik hukum yang semakin kompleks.
“Advokat tidak hanya dituntut cerdas secara hukum, tetapi juga harus menjunjung tinggi integritas dan etika. Itu yang terus kami dorong di lingkungan PERADI Kota Bogor,” katanya. (Triono)




















Discussion about this post