BOGOR – Sejumlah personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor menggelar pelatihan kedaruratan kepada ratusan pelajar di SMP Negeri 22 Kota Bogor, Senin (13/04/2026).
Sejak usia dini, para pelajar diajarkan bagaimana teknik menangani kedaruratan dan kebencanaan. Mulai dari penanganan korban bencana hingga pola bertahan di tengah kebencanaan.
Dengan cekatan, para personel BPBD Kota Bogor memperagakan langsung sejumlah teknik penyelamatan yang diikuti antusias ratusan pelajar.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi upaya bersama antara BPBD Kota Bogor, Kepala Sekolah dan jajaran guru SMPN 22 Kota Bogor serta Komite Sekolah dalam memberikan edukasi di luar kelas yang sangat penting dipahami para pelajar.
“Kami menyambut baik dan mengapresiasi langkah yang sudah dilakukan oleh pihak SMPN 22 Bogor, bukan sekedar sosialisasi dan simulasi, sisi mitigasi dan kesiapsiagaan merupakan bagian yang sangat penting dalam tata kelola ditahap Pra-Bencana. Sehingga perlu dilakukan penguatan sedari dini, bukan hanya di lingkungan sekolah akan tetapi masing2 siswa/i kedepan bisa menjadi bagian entitas mitigator minimal di lingkup keluarganya,” ujar Dimas Tiko.
Kegiatan tersebut, kata Dimas, juga untuk menumbuhkan pribadi yang peduli kepada lingkungan dan kelestarian alam.
”Melalui inisiatif ini, SMPN 22 Bogor sedang membangun sebuah ekosistem ketangguhan. Kita tidak hanya membekali siswa dengan pengetahuan cara berlindung, tetapi sedang menanamkan ‘insting bertahan hidup’ dan rasa tanggung jawab moral terhadap kelestarian alam,” ujarnya.
Para pelajar, jelas Dimas, adalah garda terdepan yang akan berkata pada orang tuanya, ‘Ibu, Ayah, kita harus siap,’ ketika ancaman alam datang.
“Inilah esensi sejati dari mitigasi, sadar risiko, mengubah ketakutan menjadi kesiapsiagaan, dan mengubah ketidakpedulian menjadi aksi nyata bagi bumi,” tandasnya.
Selain memberikan edukasi keselamatan bagi para pelajar dan jajaran guru, BPBD Kota Bogor juga akan melengkapi sejumlah petunjuk penting dalam gedung.
“Kami akan lengkapi papan petunjuk sebagai petunjuk ke akses aman jika terjadi bencana. Selain itu, kami juga rekomendasikan penambahan pintu darurat di gedung baru tersebut,” ujar pria pehobi olahraga Basket itu.
Kepala SMPN 22 Kota Bogor, Panggih Nawangsih Hartanti mengapresiasi BPBD Kota Bogor yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan edukasi kebencanaan sejak dini kepada para pelajar.
Ketua Komite SMP Negeri 22 Kota Bogor, Billy Adhiyaksa menambahkan, pengetahuan kedaruratan untuk pelajar sangat penting untuk diketahui, terlebih para pelajar SMPN 22 Kota Bogor berada dalam naungan satu bangunan gedung baru yang membutuhkan edukasi khusus dalam menghadapi setiap potensi bencana. (*)



















Discussion about this post