BOGOR – Kemacetan lalulintas di Jalan Otista Kota Bogor masih saja terjadi. Padahal pemerintah telah menghabiskan Anggaran Rp51 miliar untuk merevitalisasi Jembatan Otista yang disebut-sebut sebagai penyebab kemacetan.
Dari pantauan redaksi Bogorexpose pada Sabtu (7/06/2025), kepadatan lalulintas di jantung Kota Bogor itu semakin parah. Kondisi itu terjadi nyaris setiap hari kerja dan momentum libur.

Kemacetan yang terjadi rupanya disebabkan adanya antrean kendaraan yang hendak memasuki Kebun Raya Bogor (KRB) di bawah naungan BRIN.
Area konservasi lingkungan yang menjadi paru-paru Kota Bogor itu, perlahan diduga berubah menjadi area komersil. Banyaknya wisata baru dan kerap menjadi ajang event musik di dalam area, menjadi ciri menonjolnya.
Kondisi itu juga diperparah dengan masih terjadinya penumpukan angkutan umum persis di seberang pintu masuk KRB, atau area persimpangan jalan menuju jalan Suryakencana.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat rela menggelontorkan uang rakyat demi merevitalisasi Jembatan Otista.
Meski banyak ditentang dan menyiksa warga Kota Bogor selama 8 bulan, proyek dengan nilai fantastis itu tetap dipaksakan.

Dengan lugas, Pemkot Bogor saat itu menyebut bahwa Revitalisasi Jembatan Otista merupakan solusi kemacetan di kawasan tersebut. Masyarakat Kota Bogor dipaksa mengikuti rekayasa lalulintas dan berdampak negatif bagi para pelaku usaha di sekitar kawasan tersebut.
Seperti apa tanggapan pengguna jalan dan masyarakat Kota Bogor, mari suarakan bersama sebagai bagian dari kritik bagi stakeholder yang terkait. (Bill)



















Discussion about this post