BOGOR – Hujan deras yang mengguyur wilayah Batutulis, Kota Bogor, belum lama ini mengakibatkan longsor di Tempat Pemakaman Umum (TPU) RW 10. Akibat peristiwa tersebut, 20 makam harus dievakuasi karena posisi jenazah sudah berada sangat dekat dengan tebing yang longsor.
Lurah Batutulis menjelaskan bahwa kejadian ini disebabkan oleh intensitas hujan tinggi yang memperparah kondisi TPT (Tembok Penahan Tanah) yang sudah rapuh. “TPT itu dibangun sekitar tahun 2000-an oleh pihak pengembang perumahan di sana. Kondisinya memang sudah lama dan tidak lagi kokoh,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sebagian makam yang longsor berada di pinggiran dan sudah penuh. “Alhamdulillah, dengan kesigapan BPBD Kota Bogor, proses evakuasi dapat berjalan dengan relatif baik dan cepat,” katanya.
Pemerintah Kota Bogor melalui BPBD dan dinas terkait telah menyediakan lokasi pemakaman baru di TPU Mulia Harja. Tempat tersebut telah dibahas dan disiapkan untuk memindahkan jenazah yang terdampak. Menurut informasi, lahan pemakaman sebelumnya merupakan tanah wakaf dari seorang warga bernama Pak Haji Karni, yang diperuntukkan bagi masyarakat setempat.

Terkait isu adanya pungutan dalam proses evakuasi, Lurah Batutulis menegaskan bahwa pihak kelurahan tidak membenarkan adanya pungutan yang memberatkan masyarakat. “Kalau pun ada, itu harus berdasarkan kesepakatan antara ahli waris dengan pengurus makam. Kami sudah menghimbau agar tidak ada pungutan liar,” tegasnya.
Ketua LPM Batutulis juga membenarkan bahwa evakuasi sudah selesai dilakukan. Ia menyebutkan bahwa warga diberikan dua opsi lokasi pemindahan: tetap di area lama atau dipindahkan ke TPU Mulia Harja. “Sebagian besar ahli waris memilih tetap di lokasi lama karena alasan kedekatan dan tradisi ziarah keluarga, apalagi lokasi tersebut memang tanah wakaf,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa kondisi makam saat ini sudah sangat padat dan tidak memungkinkan untuk terus digunakan tanpa adanya perbaikan TPT. “Kami sudah mengusulkan ke pemerintah agar segera membangun kembali TPT sebagai penahan tanah. Kalau hanya pakai terpal, tidak akan kuat menahan cuaca dalam jangka panjang,” ujarnya.
Sejauh ini, belum semua anggota DPRD turun langsung ke lokasi. Namun, pihak kelurahan berharap agar wakil rakyat bisa segera meninjau dan memberikan dukungan agar penanganan bisa lebih maksimal. (Jiev)




















Discussion about this post