BOGOR — Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor resmi menutup rangkaian perayaan Milad ke-65 dengan meluncurkan terobosan sosial di bidang pendidikan.
Melalui acara puncak bertajuk ‘Funday’ yang digelar di Taman Ekspresi, Sempur, Sabtu (1/8/2026), UIKA memperkenalkan program ‘Orang Tua Asuh Pendidikan Tinggi’ bagi warga Kota Bogor dari keluarga kurang mampu.
Inisiatif ini lahir sebagai respons atas rendahnya Angka Partisipasi Murni (APM) perguruan tinggi di Kota Bogor yang saat ini baru mencapai 20 persen jauh berada di bawah rata-rata negara maju yang menyentuh angka 80 persen.
Rektor UIKA Bogor, Prof. Mujahidin, menegaskan pentingnya kolaborasi swadaya masyarakat tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah untuk mengikis ketimpangan akses pendidikan.
“Kita harus menggerakkan potensi masyarakat untuk membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu secara ekonomi. Kegiatan ini menjadi momentum awal untuk saling memfasilitasi pendidikan tinggi,” tegas Prof. Mujahidin.
Saat ini, UIKA tengah menyeleksi 116 warga Kota Bogor yang telah mendaftar. Penyaluran bantuan akan menggunakan dua jalur utama. Jalur KIP Kuliah diprioritaskan agar mahasiswa tidak hanya bebas biaya kuliah, tetapi juga mendapatkan uang saku harian, sedangkan jalur Orang Tua Asuh khusus membebaskan pembiayaan uang kuliah (SPP).
Menurut Prof. Mujahidin, skema bebas SPP ini dinilai sudah sangat membantu karena mahasiswa asal Bogor dapat menekan biaya hidup dengan tinggal bersama keluarga, membawa bekal, serta memanfaatkan akses transportasi lokal yang terjangkau.
Selain fokus pada pemerataan pendidikan lokal, UIKA juga memperluas jangkauan internasionalnya dengan meresmikan ‘UIKA Travel’.
Biro perjalanan ini didesain tidak hanya untuk melayani ibadah umrah masyarakat umum, tetapi juga menjadi wadah resmi pengiriman mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Magang Internasional ke Makkah dan Madinah yang telah berjalan rutin selama empat tahun terakhir.
Langkah strategis Kampus UIKA ini mendapat apresiasi tinggi dari legislatif. Anggota DPRD Kota Bogor, Safrudin Bima, yang hadir di lokasi menekankan bahwa pendidikan tinggi harus menjadi hak seluruh lapisan masyarakat. Ia pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk memberikan dukungan penuh.
“Ini momentum konsolidasi kekuatan UIKA yang harus bersinergi dengan Pemkot Bogor agar pemerataan pendidikan benar-benar terwujud,” ujar Safrudin.
Rangkaian acara Funday sendiri dibuka langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Sekda Kota Bogor, Deny Mulyadi. Kemeriahan dimulai sejak pagi hari dengan jalan sehat dari Balai Kota Bogor menuju Taman Ekspresi, disambung dengan bazar UMKM, panggung hiburan, serta pembagian doorprize dengan hadiah utama (grandprize) berupa paket ibadah umrah. (Zulfi)




















Discussion about this post