• Hubungi Kami
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Senin, Februari 9, 2026
BogorExpose.com
  • Headline
  • Bogor Plus
    • X-Biz
    • X-Sport
  • Nusantara
  • Mimbar Politik
  • Kabar Dunia
  • Jelajah
  • Persepsi
  • Bogor Pisan
    • Info Pak Kades
    • Info Pak Lurah
No Result
View All Result
BogorExpose.com
  • Headline
  • Bogor Plus
    • X-Biz
    • X-Sport
  • Nusantara
  • Mimbar Politik
  • Kabar Dunia
  • Jelajah
  • Persepsi
  • Bogor Pisan
    • Info Pak Kades
    • Info Pak Lurah
No Result
View All Result
BogorExpose.com
No Result
View All Result
Home Kabar Dunia

Sekolah Tutup Akibat Resesi Seks, Jepang Krisis Murid

Sekolah Tutup Akibat Resesi Seks, Jepang Krisis Murid
502
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JEPANG – Resesi seks di Jepang semakin parah saja. Akibatnya, sejumlah sekolah tutup permanen lantaran kekurangan murid. Penghuni negara yang kesohor industri pornografinya itu, rupanya enggan bercinta lalu memiliki keturunan.

Salah satunya sekolah di Jepang yang terdampak resesi seks adalah SMP Yumoto di wilayah pegunungan utara.

Eita Sato dan Aoi Hoshi adalah dua murid terakhir yang melakukan upacara kelulusan di sekolah berusia 76 tahun itu.

SMP Yumoto tutup permanen mulai Jumat (31/3/2023) ketika tahun ajaran berakhir.

BACAJUGA

Presiden Prabowo Hadiri KTT BRICS 2025, Indonesia Resmi Jadi Anggota Penuh

Presiden Prabowo Hadiri KTT BRICS 2025, Indonesia Resmi Jadi Anggota Penuh

7 Juli 2025
Presiden Prabowo Berpotensi Bahas Insiden Juliana Marins dengan Presiden Brazil di KTT BRICS

Presiden Prabowo Berpotensi Bahas Insiden Juliana Marins dengan Presiden Brazil di KTT BRICS

7 Juli 2025

Record Dunia Ken Frasher Belum Terkalahkan Sejak 1979

20 Mei 2025
Gempa Kembar Magnitudo 7,6 dan Magnitudo 6,4 Guncang Mandalay, Myanmar

Gempa Kembar Magnitudo 7,6 dan Magnitudo 6,4 Guncang Mandalay, Myanmar

28 Maret 2025

“Kami mendengar desas-desus penutupan sekolah di tahun kedua kami, tetapi saya tidak membayangkan itu akan benar-benar terjadi. Saya kaget,” kata Eita yang berusia 15 tahun sama dengan Aoi, dikutip dari Reuters.

Angka kelahiran di Jepang anjlok lebih cepat dari yang diperkirakan, sehingga penutupan sekolah meningkat terutama di daerah pedesaan seperti Ten-ei, area yang terkenal dengan ski pegunungan dan mata air panas di prefektur Fukushima.

Daerah ini sebelumnya sudah berkutat dengan penurunan populasi, terutama sejak gempa dan tsunami Jepang 2011.

PLTN Fukushima Daiichi yang rusak akibat bencana itu berjarak tak sampai 100 kilometer dari Ten-ei, sehingga kontaminasi radioaktif sempat terjadi sebelum akhirnya dibersihkan.

Pada 1950-an, desa Ten-ei memiliki lebih dari 10.000 penduduk. Namun, satu per satu angkat kaki karena lokasi yang terpencil dan tidak nyaman.

Terbaru, populasi Ten-ei kurang dari 5.000 warga dan hanya 10 persen yang berusia di bawah 18 tahun. SMP Yumoto, bangunan berlantai dua di pusat desa, pernah meluluskan 50 murid saat wisuda pada 1960-an.

Resesi seks di Jepang juga terjadi di negara tetangganya. Faktor biaya membesarkan anak membuat angka kelahiran turun di Korea Selatan dan China ini.

Namun situasi resesi seks di Jepang sangat kritis. Untuk kali pertama, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menjanjikan peningkatan angka kelahiran, termasuk menggandakan anggaran kebijakan terkait anak, dan mengatakan bahwa menjaga lingkungan pendidikan sangat penting.

Akan tetapi, hanya sedikit kebijakan yang membantu sejauh ini. Angka kelahiran anjlok di bawah 800.000 pada 2022, rekor terendah baru menurut perkiraan pemerintah dan delapan tahun lebih awal dari yang diperkirakan.

Ini menjadi pukulan telak bagi sekolah umum kecil, beberapa berlokasi di jantung kota dan pedesaan.

Sekitar 450 sekolah tutup setiap tahun, menurut data pemerintah. Antara 2002-2020, hampir 9.000 sekolah tutup permanen, sehingga sulit bagi daerah terpencil menarik penduduk baru dan lebih muda.

“Saya khawatir orang-orang tidak akan menganggap daerah ini sebagai tempat pindah untuk memulai keluarga jika tidak ada SMP,” kata ibu Eita, Masumi, yang juga lulusan Yumoto.

Para ahli memperingatkan, penutupan sekolah di pedesaan akan memperlebar kesenjangan nasional dan membuat tekanan di daerah terpencil lebih besar.

“Penutupan sekolah berarti mengganggu kelanjutan masyarakat,” kata Touko Shirakawa, dosen sosiologi di Universitas Wanita Sagami.

Ten-ei selanjutnya akan membahas penggunaan kembali gedung-gedung sekolah. Di wilayah lain Jepang, sekolah yang ditutup diubah menjadi kilang anggur atau museum seni. (be-007/net)

Tags: #seks #jepang #resesiseks #pornografi
Previous Post

Kuntum Farmfield, Agrowisata yang Ramah Keluarga dan Anak

Next Post

Resto Sunda Gurih 7 Bogor Hadirkan Air Terjun di Tengah Kota

Related Posts

Presiden Prabowo Hadiri KTT BRICS 2025, Indonesia Resmi Jadi Anggota Penuh

Presiden Prabowo Hadiri KTT BRICS 2025, Indonesia Resmi Jadi Anggota Penuh

7 Juli 2025
0

BRASIL - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menghadiri hari pertama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 yang digelar...

Presiden Prabowo Berpotensi Bahas Insiden Juliana Marins dengan Presiden Brazil di KTT BRICS

Presiden Prabowo Berpotensi Bahas Insiden Juliana Marins dengan Presiden Brazil di KTT BRICS

7 Juli 2025
0

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra menyebutkan adanya kemungkinan Presiden RI...

Record Dunia Ken Frasher Belum Terkalahkan Sejak 1979

20 Mei 2025
0

KANADA - Pada suatu hari di musim gugur, tepatnya tanggal 26 Oktober 1979, laut lepas Nova Scotia Kanada, menjadi saksi...

Gempa Kembar Magnitudo 7,6 dan Magnitudo 6,4 Guncang Mandalay, Myanmar

Gempa Kembar Magnitudo 7,6 dan Magnitudo 6,4 Guncang Mandalay, Myanmar

28 Maret 2025
0

JAKARTA – Dua gempa bumi besar atau doublet earthquake mengguncang wilayah Mandalay, Myanmar, pada Jumat (28/3) siang. Gempa pertama bermagnitudo...

Discussion about this post

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ini Trayek Baru Angkot dan BisKita di Kota Bogor, Cek Lengkapnya Disini!

Ini Trayek Baru Angkot dan BisKita di Kota Bogor, Cek Lengkapnya Disini!

2 Mei 2023
Alhamdulillah, Teh Zakiyah Lolos ke Parlemen Wakili Warga Bogor Utara

Alhamdulillah, Teh Zakiyah Lolos ke Parlemen Wakili Warga Bogor Utara

17 Februari 2024
Bejat, Pegawai Koperasi PDAM Perkosa Anak Yatim Sampai Hamil 7 Bulan

Bejat, Pegawai Koperasi PDAM Perkosa Anak Yatim Sampai Hamil 7 Bulan

7 Juni 2023
Hebat, Kota Bogor Jadi Tuan Rumah Webinar Literasi Digital

Hebat, Kota Bogor Jadi Tuan Rumah Webinar Literasi Digital

0
Hore, Perumda Tirta Pakuan Gratiskan Tagihan Air Mesjid Selama Ramadhan

Hore, Perumda Tirta Pakuan Gratiskan Tagihan Air Mesjid Selama Ramadhan

0
Mucikari Jualan Wanita di Bogor Valey Lewat Aplikasi Michat

Mucikari Jualan Wanita di Bogor Valey Lewat Aplikasi Michat

0
‘Upin Ipin’ Versi Kota Bogor Siap Sinergi Bareng PWI

‘Upin Ipin’ Versi Kota Bogor Siap Sinergi Bareng PWI

6 Februari 2026
Kecamatan Bojonggede Kolaborasi Bareng DPTR dan PMC Tanam Pohon di Jalur Bomang

Kecamatan Bojonggede Kolaborasi Bareng DPTR dan PMC Tanam Pohon di Jalur Bomang

5 Februari 2026
Kecamatan Bojonggede Gandeng PMC Hijaukan Jalur Bomang

Kecamatan Bojonggede Gandeng PMC Hijaukan Jalur Bomang

5 Februari 2026
BogorExpose.com

Selamat Datang di Bogorexpose.com,
Portal Berita yang dikelola oleh PT EKSPOSE MEDIA BERSAMA
SK Kemenkumham RI NOMOR : AHU-0046015.AH.01.01.Tahun 2023

Copyright © 2023 BOGOREXPOSE.COM

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.
No Result
View All Result
  • Headline
  • Bogor Plus
    • X-Biz
    • X-Sport
  • Nusantara
  • Mimbar Politik
  • Kabar Dunia
  • Jelajah
  • Persepsi
  • Bogor Pisan
    • Info Pak Kades
    • Info Pak Lurah