KEMANG– Bupati Bogor, Rudy Susmanto memastikan pembangunan flyover di Jalan Bojonggede–Kemang (Bomang) rampung pada tahun 2027.
Pembangunan flyover tersebut bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat dari wilayah Utara Kabupaten Bogor menuju pusat pemerintahan.
“Flyover Bomang ini sebenarnya kita sempat menarik-menarik antara jembatan dulu atau flyover dulu. Dua-duanya sama-sama dibutuhkan, untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat,” ujar Rudy Susmanto kepada wartawan, Rabu (24/12/2025).
Apabila seluruh proyek infrastruktur diselesaikan dalam waktu yang bersamaan, kata dia pengelolaan pembangunan di Kabupaten Bogor yang wilayahnya cukup luas menjadi kurang optimal. Oleh karena itu, Pemkab Bogor memutuskan untuk memprioritaskan penyelesaian flyover Bomang dengan target selesai pada 2027.
“Kalau dua-duanya kita selesaikan di tahun yang bersamaan, sementara Bogor wilayahnya cukup luas, kita juga harus berbagi pengelolaan infrastruktur ke wilayah lainnya. Maka untuk Bomang kita targetkan tuntas 2027,” jelasnya.
Orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman itu menambahkan, secara fisik Jalan Bojonggede–Kemang sebenarnya sudah terhubung hingga titik terakhir rel kereta api. Namun, tingginya frekuensi perjalanan kereta yang melintas, yakni sekitar lima menit sekali, menjadi pertimbangan utama dalam pembangunan flyover.
“Karena rel kereta api dengan alur kereta yang cukup padat, demi memperhatikan keselamatan masyarakat, maka kita bangun flyover. Targetnya maksimal tahun 2027,” tegasnya.
Informasi yang dihimpun, anggaran pembangunan flyover Bojonggede–Kemang diperkirakan mencapai Rp500 miliar hingga Rp1 triliun.
Karena nilainya cukup besar, Pemkab Bogor mengkajinya ulang dan mencari solusi desain yang lebih efisien. Saat ini dianggarkan sekitar Rp200 miliar melalui APBD dengan harapan mendapat bantuan dari pemerintah pusat atau provinsi yang sempat terkendala efisiensi anggaran. (Zulfi)



















Discussion about this post