BOGOR – Bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor yang seharusnya menjadi angin segar bagi warga terdampak di Desa Cisalada, Kecamatan Cigombong, justru menimbulkan kekecewaan. Sejumlah warga penerima bantuan mengaku dana yang mereka terima telah dipotong sebesar Rp2,5 juta per Kepala Penerima Manfaat (KPM).
Salah satu penerima bantuan, Idi Mawardi, membenarkan adanya pemotongan tersebut. Hal senada juga disampaikan oleh narasumber lain yang enggan disebutkan namanya. Mereka menyebut pemotongan dilakukan oleh oknum aparat desa, yang diduga melibatkan Kaur Keuangan Desa Cisalada dan beberapa rekannya.
Diketahui, total penerima bantuan di Desa Cisalada mencapai 12 KPM. Jika dikalikan, total dana yang dipotong mencapai Rp30 juta. Dana tersebut semestinya digunakan untuk perbaikan rumah warga yang rusak akibat bencana.
“Kami sangat kecewa. Bantuan untuk rumah yang rusak saja masih dipotong. Ini bukan kejadian pertama, hampir semua program bantuan selalu ada potongan seperti ini,” ujar salah satu warga.
Warga juga menyoroti sikap Kepala Desa Cisalada, M. Datul Kahfi, yang terkesan membiarkan praktik tersebut. Hingga kini, upaya konfirmasi kepada Kaur Keuangan dan Kasi Kesra Desa Cisalada melalui pesan WhatsApp sejak pukul 13.00 WIB belum mendapat respons.
Kasus ini semakin menambah daftar panjang dugaan penyalahgunaan dana di Desa Cisalada. Warga mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan dan mengusut tuntas dugaan korupsi tersebut demi mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah desa belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pemotongan dana bantuan. (Bay)




















Discussion about this post