BOGOR -Para sopir dan pengusaha angkutan umum di Kota Bogor menolak rencana Dinas Perhubungan (Dishub) mengaktivasi koridor 6 Biskita dengan rute jalur Parung Banteng-Air Mancur hingga ke stasiun Bogor melalui Jalan Pengadilan menuju Jalan Dewi Sartika (Stasiun Bogor).
Penolakan itu bukan tanpa sebab, pasalnya, sopir angkot dan pengusaha angkutan umum mengaku mengalami kerugian apabila koridor K6 Biskita melewati rute sampai Stasiun Bogor melewati Jalan Pengadilan dan Jalan Dewi Sartika.
Ketua KKSU 07 Ciparigi-Merdeka, Warno menegaskan, apabila Biskita koridor K6 melewati Stasiun Bogor, maka akan berdampak kepada para sopir angkot yang melintasi Stasiun Bogor.
Selain itu, rute koridor 6K yang melintasi Jalan Pengadilan hingga Jalan Dewi Sartika, telah melanggar aturan, sebab dari Jalan Pengadilan ke Jalan Dewi Sartika sampai Stasiun Bogor merupakanJalur feeder, bukan jalur utama.
“Kami menolak rencana rute koridor 6K koridor biskita yang ditembuskan sampai Stasiun Bogor melalui Jalan Pengadilan dan Jalan Dewi Sartika. Para sopir angkot otomatis akan merugi karena kehilangam penumpang di jalur feeder tersebut,” katanya.
Saat ini ada 6 trayek angkot menuju Stasiun Bogor yaitu, trayek 07 BTM, trayel 07 merdeka, trayek 16, trayek 08 Citereup, trayek 12AK Pondok Rumput. Untuk trayek 07 sendiri saat ini ada 120 angkot yang beroperasional menggunakan sistem shif.
Terkait penolakan rute koridor 06K biskita, para sopir angkot maupun pengusaha angkutan umum akan menyampaikan aspirasi ke Dishub dan Walikota Bogor.
Senada, sopir angkot 07, Giman mengatakan, saat ini saja pendapatan tidak menentu, apabila biskita koridor 6K diaktifkan sampai ke stasiun Bogor, maka akan berdampak kepada pendapatan sopir angkot.
“Sekarang saja sudah susah cari penumpang, apalagi kalau ada biskita sampai stasiun Bogor, penumpang semakin sulit, pendapatan kita bakal hilang. Saya mewakili sopir angkot menolak biskita sampai stasiun Bogor,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Bogor, Sujatmiko mengatakan untuk rute K6 BisKita akan menggunakan jalur lintasan Parung Banteng-Warung Jambu-Air Mancur-Jalan RE Martadinata ke Stasiun Bogor.
“Jadi lintasan rutenya menggunakan jalur utama dari Air Mancur tekuk ke kanan, lalu ke jalan RE Martadinata, kemudian ke stasiun Bogor. Tidak menggunakan jalur feeder,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa 12 Agustus 2025.
Penentuan rute itu, lanjut Sujatmiko, sudah sesuai dengan kesepakatan dan beberapa kali rapat dengan pihak Organda serta KKSU trayek angkot.
“Itu sudah sesuai dengan kesepakatan, jalur yang digunakan seperti itu. Nantinya di stasiun Bogor, K6 akan bertemu dengan K5. Kita memenuhi keinginan masyarakat bahwa mereka ingin rute biskita K6 dari Parung Banteng sampai Stasiun Bogor,” jelasnya.
“Kita melayani masyarakat Parung Banteng yang menuju stasiun. Kasihan kalau diturunkan di air mancur. Kita sudah sepakati bersama. Mudah-mudahan demi kepentingan masyarakat bersama,” katanya.
Meski demikian, Sujatmiko mengaku bahwa rute yang nanti akan dibuka dari Parung Banteng-Stasiun Bogor sudah sesuai permintaan KKSU, di mana koridor 6 Biskita tidak melewati Jalan Sudirman, Jalan Pengadilan dan Jalan Dewi Sartika (jalur feeder).
“Mudah-mudahan bulan September sudah bisa dilelangkan, kemudian Oktober sudah beroperasional,” katanya.



















Discussion about this post