BOGOR – Aktivitas alat berat jenis Kobelco PC 250 di aliran Sungai Ciliwung, tepatnya di Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, menuai sorotan dari pemerhati lingkungan dan tatanan jalur air, Iwan Mechien.
Ia menilai keberadaan alat berat di tengah sungai berpotensi merusak keseimbangan ekosistem dan mengancam kelestarian Sungai Ciliwung.
“Jangan sampai sungai dikuasai oleh korporasi atau individu. Biarkan sungai tetap menjadi wisata alam dan milik alam,” ujar Iwan, Rabu (14/5/2025).
Ia juga mempertanyakan legalitas kegiatan tersebut. Menurutnya, diperlukan pengawasan ketat dari pihak berwenang, apalagi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) saat ini tengah gencar menjaga kelestarian alam, termasuk kelestarian sungai.
“Harus ada kejelasan, apa tujuan keberadaan alat berat di tengah sungai,” tegas Iwan, yang dikenal aktif menyuarakan pentingnya menjaga kebersihan sungai.
Berdasarkan pantauan di lokasi, alat berat tampak memindahkan batu-batu besar dari tengah aliran sungai ke tepiannya.
Pengawas kegiatan, Lubis, menjelaskan bahwa langkah tersebut bertujuan melancarkan aliran air agar tidak menggerus Tembok Penahan Tebing (TPT) milik objek wisata Bunga Waterpark.
“Tidak ada batu yang dibawa keluar dari sungai, hanya dipindahkan posisinya. TPT ini sudah dua kali longsor, dan sekarang sedang diperbaiki,” kata Lubis yang mengaku sebagai pensiunan dari dinas sumber daya air.
Namun, Lubis sempat meminta awak media untuk tidak mempublikasikan aktivitas alat berat tersebut. Ia juga menyarankan agar peliputan dilakukan di waktu berbeda.
“Untuk apa diberitakan sekarang? Datang saja hari Sabtu. Saya juga paham kok, nanti saya sampaikan ke pengelola soal kedatangan wartawan,” katanya sambil meninggalkan lokasi.
Selain alat berat, sejumlah pekerja terlihat melakukan perbaikan pada struktur TPT yang mengalami kerusakan akibat longsor sebelumnya.



















Discussion about this post