
BOGOR – Aktivitas cut and fill yang dilakukan oleh PT PMC di kawasan Gunung Salak, Bogor, menuai sorotan tajam dari warga dan pemerhati lingkungan.
Aktivitas tersebut dinilai merusak kawasan resapan air yang vital serta mengganggu habitat satwa langka, khususnya burung Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), yang merupakan satwa endemik Indonesia dan dilindungi secara hukum.
Dari rekaman video yang diambil oleh warga, terlihat seekor Elang Jawa terbang berputar-putar di atas area yang kini rusak akibat pengerjaan proyek.

Kawasan tersebut rupanya menjadi langganan burung Elang Jawa untuk berburu mangsa. Perubahan bentang alam akibat aktivitas cut and fill diduga mengganggu pola pergerakan dan sumber makanan burung predator itu.
Gunung Salak dikenal sebagai salah satu habitat penting bagi beberapa jenis elang di Indonesia, seperti Elang Jawa, Elang Ular Bido (Spilornis cheela), dan Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus).
Kawasan itu menyediakan hutan hujan tropis yang rimbun, lereng-lereng curam, dan daerah resapan air yang menjadi tempat hidup dan berkembang biak burung-burung pemangsa tersebut.
Kerusakan lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas proyek juga telah mulai menunjukkan dampak nyata. Warga melaporkan bahwa saat hujan turun, kawasan tersebut menjadi lebih rentan terhadap banjir dan longsor karena hilangnya daya serap tanah.

Hal ini dikhawatirkan tidak hanya mengancam kehidupan satwa liar, tetapi juga keselamatan warga di sekitar lereng Gunung Salak.
Pemerhati lingkungan Kelompok Peduli Lingkungan Hidup (KPLH) Harmoni yang juga turut serta memantau proses pembuldozeran oleh PT PMC.mendesak pihak berwenang untuk segera mengevaluasi dan menindaklanjuti aktivitas perusahaan tersebut agar tidak terjadi kerusakan lebih lanjut yang berdampak jangka panjang pada ekosistem Gunung Salak.
(Tim Redaksi)




















Discussion about this post