BOGOR – Calon wakil Walikota Bogor, Jenal Mutaqin sambangi Kampung Buntar, RW 08, Kelurahan Muarasari, Bogor Selatan, Kota Bogor, Sabtu (19/102024).
Kang JM, sapaan akrab Jenal Mutaqin melihat langsung kondisi longsor jalan menuju Kampung Buntar, yang mengancam terputusnya akses mobilisasi antar kampung, dari Biotrof menuju Buntar.
Jenal mengaku prihatin melihat kondisi infrastruktur jalan yang ada di Kampung Buntar. Karena sejak terjadinya longsor beberapa bulan lalu, hingga kini tidak diperbaiki oleh Pemkot Bogor.
Namun demikian, pria yang akrab di sapa kang JM ini mengapresiasi kepada para pengurus RT dan RW setempat, karena telah berinisiasi menggerakkan warga untuk gotong royong, sehingga tebingan longsoran tersebut kini sudah dibangun TPT menggunakan anggaran murni dari swadaya masyarakat.
Asep Suhendar, Ketua RW setempat mengatakan, bahwa wilayah yang dipimpinnya itu merupakan wilayah paling terakhir yang ada Kelurahan Muarasari dan menjadi wilayah paling tertinggal dari wilayah lain di Kota Bogor.
“Maksud dari wilayah tertinggal itu, salah satunya soal masalah infrastruktur jalan. Yang mana infrastruktur jalan di RW08 ini kondisinya memprihatinkan, seperti di depan kita ini kondisi jalan menuju Kampung Buntar sangat curam. Kami patungan membangun turap, agar akses jalan tersebut bisa dilalui,” kata Asep.
Namun apa daya, sambung Asep, meski sudah patungan (swadaya) tetapi dalam membangun TPT ini belum bisa terlaksana dengan optimal, sebab anggaran yang dibutuhkan sangat besar sekitar Rp100 juta lebih. Sementara anggaran dari hasil swadaya masyarakat terkumpul sebesar Rp60 juta, sehingga pelaksanaannya baru mencapai 50-60 persen.
Maka demikian, kata Asep, dengan hadirnya kang Jenal Mutaqin ke wilayahnya ini bisa memberikan solusi, karena harapan masyarakat yaitu pembangunan TPT ini bisa selesai 100 persen. Alasannya, karena jalan tersebut merupakan satu-satunya akses terdekat ke wilayah Tajur dan sekitarnya.
“Alhamdulillah, pada Agustus lalu kang Jenal silaturahmi ke sini dan memberikan bantuan secara pribadi untuk pembangunan TPT. Namun di sini kami berharap apabila kang Jenal terpilih di Pilwalkot Bogor, kampung kami bisa menjadi perhatian khusus baginya, agar nantinya bisa diintervensi, sehingga TPT yang saat ini kita bangun bisa selesai 100 persen,” jelasnya.
Kang JM mengaku prihatin. Sebab, di balik pembangunan yang pesat di Kota Bogor, ternyata ada warga yang akses jalannya cukup mengkhawatirkan.
“Yang menjadi saya miris itu adalah infrastruktur atas perbaikan kontruksi jadi longsor ini mereka murni swadaya. Sebagai warga Bogor, saya terketuk untuk berpartisipasi dan mudah-mudahan saya bisa mengajak donatur lain untuk sama-sama mendukung, termasuk dari pemerintah,” kata Kang JM.
Mantan Anggota DPRD Kota Bogor 3 periode itu menyampaikan, secara kasat mata, biaya untuk pembangunan TPT tersebut membutuhkan lebih dari Rp100 juta. Kemudian, ia menilai jika pembangunan TPT ini harus swadaya tentu sangat memberatkan masyarakat.
“Insya Allah, kedepan saya akan coba mengajak perusahaan-perusahaan untuk ikut berpartisipasi atau menyalurkan CSR-nya untuk membantu pembangunan TPT tersebut,” ujarnya.
Terlebih, lanjut JM, di kampung Buntar ini ada sekolah yakni SMK Negeri 4 Kota Bogor, yang mana setiap harinya itu sering dilalui oleh anak-anak sekolah.
“Jadi ini harus betul-betul menjadi perhatian, karena setiap harinya anak-anak sekolah lewat ke sini menuju sekolahnya, sehingga ini kita harus hadir agar akses jalan tersebut bisa dilalui dengan aman dan nyaman,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Kang JM bersama timnya mengajak masyarakat untuk makan bersama (ngeliwet). Kemudian, ditutup dengan penanam pohon di dekat akses jalan yang saat ini tengah dibangun TPT oleh masyarakat. (Bil)





















Discussion about this post