BOGOR – Dokter Rayendra tertangkap kamera awak media mencium tangan Diani Budiarto. Sosok yang telah meninggalkannya dan berpindah haluan ke pasangan Atang-Annida.
Ya, Dokter Rayendra yang kerap dikanalisasikan ke kalangan profesional itu, rupanya mahir menunjukkan kedewasaan sikap politiknya di hadapan para pendukung dan rival politiknya.
Kesantunan politik Dokter Rayendra justeru banyak menarik simpatik ratusan pendukung para calon yang kala itu memadati Hotel Brajamustika, untuk mengikuti pengundian nomor urut dari KPU Senin (23/09/2024) lalu.
Mantan Walikota Bogor Diani Budiarto, diketahui sebagai sosok garis keras pendukung Dokter Rayendra. Diani Budiarto diketahui bergabung menjadi tim sukses Dokter Rayendra selama hampir 10 bulan sejak November 2023. Di detik-detik hari terakhir pendaftaran, Diani tiba-tiba berbalik arah ke Atang Trisnanto.
Ya, dalam dunia politik sering kali dipenuhi dengan rivalitas dan perbedaan pendapat. Momen berharga antara Dokter Rayendra dan Diani Budiarto itu mengingatkan bahwa rasa hormat dan persahabatan dapat tetap terjaga meskipun ada perbedaan pilihan.
Momen itu terjadi sesaat setelah menandatangani deklarasi damai yang menegaskan komitmen untuk menjalankan kampanye yang sehat dan penuh etika. Dokter Rayendra yang melihat sosok Diani langsung menghampiri dengan senyuman.
Dalam momen tersebut, Dokter Rayendra tidak ragu untuk bersalaman dan mencium tangan Diani Budiarto tanpa rasa canggung.
Justeru mimik wajah Diani Budiarto yang terlihat canggung dan senyum pasrah. Kendati demikian, Diani menyambut Dokter Rayendra dengan pelukan.

“Rasa hormat itu tak akan pernah hilang, walau dalam hidup, terkadang kita dihadapkan pada perbedaan pilihan,” ungkap Dokter Rayendra dengan tulus.
Pernyataan tersebut menjadi cerminan sikap kedewasaan dalam berpolitik, di mana hubungan baik antar individu tetap bisa dipertahankan meskipun posisi politik mereka berbeda.
Kedekatan ini bukan hanya menjadi sorotan media, tetapi juga menginspirasi banyak orang untuk melihat politik dari sudut pandang yang lebih positif.
Dalam acara tersebut, tampak bahwa politik bukanlah hanya soal kemenangan atau kekalahan, tetapi juga tentang membangun hubungan yang saling menghormati dan menghargai.
Dengan harapan, momen ini bisa menjadi contoh bagi para politisi dan pendukung mereka, bahwa persahabatan dan rasa hormat dapat melampaui batas-batas pilihan politik. (Bil)





















Discussion about this post