BOGOR – Akademisi dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Bogor menyatakan kesiapannya mengawal 100 hari Anggota DPRD terpilih kabupaten Bogor periode 2024-2029. Hal itu terungkap dalam diskusi publik yang digelar LS Vinus di kampus ITB vinus, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Kamis, (5/09/2024).
Pengawalan seratus hari anggota DPRD terpilih itu dinilai penting, guna untuk memaksimalkan lembaga legislatif untuk mempedulikan terhadap hak-hak masyarakat khususnya terkait pendidikan di Kabupaten Bogor.
Rektor ITB Visi Nusantara Maju, Zaedi Basiturrozak yang mengatakan, bangunan tidak akan berjalan maksimal karena yang mempunyai otoritas yang mempunyai tools, yang mempunyai instrument, untuk membuat satu bangsa ini adalah akademisi.
“Baru kemudian instrument itu menjadi sebuah alat ukur sekaligus alat teknis untuk digunakan pemerintah ataupun DPRD dalam mengembangkan visi daerah,” kata Rektor ITB Visi Nusantara Maju, Zaedi Basiturrozak.
Dia juga mendorong DPRD memiliki program peningkatan guru, dengan menyediakan beasiswa untuk guru swasta khususnya. “Pada program ini saya mencatat ada lima manfaat langsung yang akan dirasakan oleh masyarakat kabupaten Bogor,” kata Rektor IUQI Bogor, Saiful Falah.
Sementara Rektor Institut Tazkia, Ardhariksa Zukhruf mengatakan, perkembangan Kabupaten Bogor ini akan luar biasa apabila dititipkan oleh seorang pemimpin yang tepat. “Saya mau evaluasi makro Bogor karena saya diamanahkan mengenai ekonomi ketahanan, meskipun kecil, perkembangan laporan ekonomi Bogor tahun lalu laju pertumbuhan itu di angka 5,19 %,” kata dia.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto menyampaikan, seratus hari anggota DPRD Kabupaten Bogor akan dimaksimalkan menyelesaikan susunan AKD, agar bisa dapat segera melakukan program kerja.
“Maka secara legitimasi seluruh anggota DPRD dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsi kewenangannya sebagai anggota DPRD yaitu fungsi pengawasan, fungsi pembentukan daerah peraturan daerah dan fungsi penganggaran,” kata ketua DPRD Kabupaten Bogor Sementara, Rudy Susmanto.
Sementara menurut Founder LS Vinus Yusfitriadi, seratus hari pengawalan terhadap anggota dewan harus dilakukan, karena bertepatan dengan momentum pemilihan kepala daerah. “Oleh karena itu saya kira penting kita semua termasuk akademisi untuk mengawal itu,” kata pengamat LS Vinus Yusfitriadi. (be-007)



















Discussion about this post