BOGOR — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bogor resmi menetapkan pelaksanaan Musyawarah Daerah (MUSDA) XI pada Jumat, 31 Juli 2026 mendatang di Gedung Braja Mustika.
Penetapan jadwal puncak musyawarah ini menandai dimulainya tahapan konsolidasi struktur partai secara menyeluruh di tingkat daerah.
Ketua Penyelenggara MUSDA XI, Eka Wardhana, menyampaikan bahwa pembukaan pendaftaran bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor periode mendatang berlangsung mulai Rabu (29/7/2026) hingga Kamis (30/7/2026) malam.
Selanjutnya, konsolidasi internal akan diteruskan ke tingkat Musyawarah Kecamatan (Muscam) hingga Musyawarah Kelurahan (Muslur).
”Sesuai arahan DPD Jawa Barat, Musda tingkat kabupaten/kota paling lambat selesai 31 Agustus. Setelah itu, kami diinstruksikan menggelar Muscam hingga Oktober dan Muslur maksimal Desember. Sehingga, seluruh konsolidasi struktur dari tingkat kota hingga kelurahan tuntas pada akhir tahun,” ujar Eka di hadapan awak media, Selasa (28/7/2026).
Eka mengungkapkan, MUSDA XI DPD Partai Golkar Kota Bogor dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 31 Juli 2026, bertempat di Gedung Braja Mustika, Jalan Dr. Sumeru, Kota Bogor. Rangkaian acara akan diawali dengan ajang silaturahmi kader pada pukul 09.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan persidangan Musda mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.
Terkait proses penjaringan pimpinan baru, panitia telah menetapkan jadwal pendaftaran bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor yang berlangsung singkat dan ketat.
”Pendaftaran bakal calon kami buka mulai hari ini, Rabu (29/7/2026) pukul 00.01 WIB dan akan ditutup pada Kamis (30/7/2026) pukul 20.00 WIB. Waktu ini kami rasa cukup bagi para kader terbaik untuk memenuhi seluruh persyaratan administrasi yang diamanatkan dalam AD/ART partai,” tambah Eka.
Sementara itu, Ketua Steering Committee (SC) MUSDA XI, M. Aleksander, menanggapi dinamika politik yang berkembang menjelang pembukaan pendaftaran.
Ia menyayangkan adanya riak-riak atau narasi penolakan terhadap figur tertentu sebelum proses penjaringan resmi berjalan secara adil.
”Penjaringan baru saja dibuka dan pendaftaran belum berjalan, tapi sudah ada dinamika penolakan. Harapan kami, semua kader terbaik yang ingin maju mengikuti mekanisme resmi yang ada di Juklak Pasal 2 DPP. Semua kader memiliki hak yang sama selama memenuhi kriteria baku partai,” tegas Aleksander.
Ia menekankan bahwa panitia penyelenggara dan seluruh stakeholder Partai Golkar Kota Bogor berkomitmen untuk menjamin pelaksanaan MUSDA XI berlangsung secara transparan, tertib, dan berkualitas demi menjaga soliditas partai.
”Kami mengimbau agar dinamika ini tidak mengganggu kekompakan kader. Terbukti malam ini, seluruh tahapan kita jalankan bersama dan didukung penuh oleh seluruh unsur partai. Kami ingin MUSDA XI ini berjalan aman, lancar, dan melahirkan kepemimpinan yang membawa kemajuan bagi Partai Golkar di Kota Bogor,” pungkasnya.
Diketahui, Tiga bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor, yakni Heri Cahyono, Airlangga Pramada, dan Naufal Haadi, menyatakan kesepakatan untuk maju bersama dalam Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Bogor.
Dalam pertemuan yang digelar pada Senin (27/7/2026), ketiganya juga menyatakan sikap politik yang sama, yakni menolak pencalonan kembali Rusli Prihatevi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor periode 2026–2031.
Menurut mereka, sikap tersebut didasari oleh penilaian terhadap kondisi internal Partai Golkar Kota Bogor selama kepemimpinan Rusli Prihatevi. Mereka menilai partai membutuhkan perubahan, perbaikan tata kelola organisasi, serta regenerasi kepemimpinan.
Dalam pertemuan tersebut, ketiga bakal calon menyampaikan sejumlah alasan yang menjadi dasar sikap politik mereka. (*)






















Discussion about this post