BOGOR – Enam jurnalis yang tergabung dalam komunitas Pers Motor Club (PMC) melakukan perjalanan wisata bermotor (touring) menuju kawasan Geopark Ciletuh, Sukabumi, melalui jalur eksotis Malasari, Kabupaten Bogor, akhir pekan lalu.
Perjalanan ini bukan hanya sekadar aktivitas pelepas penat, melainkan juga upaya konkret untuk mengeksplorasi dan mempromosikan potensi wisata alam tersembunyi di wilayah Jawa Barat.
Rute yang ditempuh para jurnalis ini bukanlah jalur biasa. Dimulai dari Kota Bogor, rombongan menyusuri kawasan Bogor Nirwana Residence menuju Kecamatan Tamansari, lalu melintasi Kecamatan Tenjolaya dan Pamijahan yang bersisian langsung dengan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
Jalur Malasari dikenal dengan medan yang menantang, namun menyuguhkan lanskap alam yang spektakuler—mulai dari hutan tropis, perbukitan, lembah, hingga pemandangan megah Gunung Salak.
“Ini bukan sekadar touring. Kami ingin memperkenalkan rute Malasari sebagai akses wisata alternatif menuju Geopark Ciletuh, yang menawarkan sensasi petualangan sekaligus pesona alam luar biasa,” ujar Presiden Pers Motor Club (PMC), Billy Adhyaksa, Sabtu (13/9/2025).

Geopark Ciletuh, yang terletak di Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, merupakan situs geologi berkelas dunia dan diakui UNESCO sebagai Global Geopark.
Kawasan ini menyimpan jejak batuan tertua di Pulau Jawa dan menjadi rumah bagi beragam kekayaan geologis dan ekosistem yang unik.
Setibanya di lokasi, para peserta touring disambut panorama alam yang memukau—air terjun, pantai, dan tebing-tebing raksasa menjadi sajian alam yang mempertegas potensi wisata kawasan ini.
Billy menyebut, banyak potensi pariwisata alam di Jawa Barat yang masih belum tergarap optimal. Jalur Malasari menuju Geopark Ciletuh, misalnya, masih jarang dieksplorasi publik karena keterbatasan infrastruktur dan minimnya promosi.
Padahal, jalur ini menyimpan potensi besar sebagai destinasi ekowisata dan petualangan yang bisa dikembangkan secara berkelanjutan.
Kegiatan touring ini sekaligus menjadi pembuktian bahwa wartawan tak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga bisa menjadi motor penggerak promosi destinasi wisata lokal.
Dengan latar belakang profesi jurnalistik, para peserta turut mendokumentasikan perjalanan mereka dalam bentuk laporan visual, tulisan feature, hingga konten digital yang dapat diakses publik.
“Kami ingin berkontribusi dalam mengenalkan kekayaan alam Jawa Barat dari sudut pandang yang berbeda. Jurnalis punya kekuatan dalam membangun narasi positif pariwisata daerah,” ujar Billy.
Selain menjadi tantangan fisik karena jalur yang terjal dan licin di beberapa titik, perjalanan ini juga memberikan pengalaman batin yang tak terlupakan bagi peserta.
Melintasi kawasan yang masih alami, jauh dari hiruk-pikuk kota, memberikan ruang refleksi dan rasa syukur atas anugerah keindahan alam yang dimiliki Indonesia.
“Ini bukan hanya soal adrenalin, tapi juga tentang menyatu dengan alam. Kami merasa kembali segar, lebih berenergi, dan tentu semakin solid sebagai komunitas,” Billy menutup. (*/Zulfie)





















Discussion about this post