BOGOR – Pemerintah Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan pada Rabu (23/7/25). Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai desa se-Kecamatan Cijeruk, sebagai bagian dari upaya pembinaan generasi Qur’ani sekaligus menjaring kafilah potensial untuk MTQ tingkat Kabupaten Bogor yang akan diselenggarakan di Cibinong pada September 2025.
Camat Cijeruk Soebar Mansur dalam sambutannya menyampaikan, MTQ tingkat kecamatan merupakan kegiatan rutin tahunan yang tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana syiar Islam dan pembentukan karakter generasi muda melalui Al-Qur’an.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin mencari bibit-bibit unggul di setiap wilayah. Saya berkomitmen bahwa juara pertama dari lomba MTQ tingkat kecamatan akan menjadi perwakilan Cijeruk di tingkat kabupaten,” ujarnya.
Soebar juga menjelaskan, kegiatan ini sejalan dengan arahan dari Program Pembinaan Qurani (PPQ) yang mendorong seluruh kecamatan di Kabupaten Bogor untuk melaksanakan MTQ pada Juli hingga Agustus sebagai persiapan menuju tingkat kabupaten.
Pada kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh pondok pesantren di wilayah Cijeruk untuk aktif berpartisipasi, mengingat potensi besar dalam cabang tahfiz mulai dari 1 juz hingga 10 juz.
“Potensi anak-anak kita luar biasa. Kita lombakan tahfiz 1 dan 2 juz di tingkat kecamatan, dan akan terus kita dorong ke tahapan berikutnya. Saya mohon dukungan para orang tua, agar anak-anak bisa fokus belajar Al-Qur’an, kurangi bermain gawai, dan semangat mengikuti kegiatan ini,” tambahnya.
Sebanyak 25 peserta akan dikirim sebagai delegasi dari Kecamatan Cijeruk untuk mengikuti MTQ tingkat Kabupaten Bogor, yang akan mempertandingkan cabang tilawah dan tahfiz dengan total kuota 54 peserta untuk masing-masing kecamatan.
Camat Soebar berharap, MTQ dapat menjadi bagian dari pembiasaan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat, serta mengajak orang tua untuk membudayakan kembali kebiasaan mengaji di rumah, khususnya pada waktu Maghrib.
“Kita ingin syiar Islam ini terus bergema di setiap sudut wilayah Cijeruk. Bukan hanya dibaca, tapi juga dihayati dan diamalkan,” pungkasnya. ( Risky )




















Discussion about this post