BOGOR-Keracunan yang diduga akibat program makanan bergizi gratis (MBG) kembali terjadi di Bogor, kali ini menimpa 489 siswa dari tiga sekolah yakni SMPN 1, 2 dan 3 di Dramaga, Kabupaten Bogor.
Sebelumnya, ada 481 siswa yang diduga keracunan MBG, namun ketika di data kembali oleh Forkopimcam Dramaga dibantu Bhabinkamtibmas dan Babinsa menyisir ke rumah siswa-siswi bertambah 8 orang.
“Ada tambahan, korban dugaan keracunan MBG jumlahnya mencapai 489 jiwa. Data tambahan tersebut, rata-rata mereka hanya mengalami gejala ringan,” kata Kapolsek Dramaga Iptu Agripinus Motani Zalukhu kepada wartawan, Selasa (27/10/2026).
Agripinus menuturkan, dari 489 jiwa itu lebih dari 451 jiwa telah pulang ke rumahnya masing-masing.
Sementara itu, 31 jiwa korban lainnya masih dirawat dan diobservasi tenaga kesehatan baik itu di Rumah Sakif Karya Bakti Pratiwi, Rumah Sakit Medika dan beberapa Puskesmas.
“Tinggal 31 korban yang masih diobservasi, jika dokter menyatakan mereka sudah sehat, maka diperbolehkan pulang atau rawat jalan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, seperti halnya korban keracunan makanan maupun minuman, mereka mengalami gejala pusing, perut mual dan muntah.
Saat ini, sampel atau contoh menu MBG hari Senin (26/10/2026) kemarin yang dimasak dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Yayasan Abah sudah diamankan dan akan diuji di Labkesda.
Kalau gejala dugaan keracunan itu dilihat dari pusing, perut mual dan muntah-muntah. Untuk sementara, dapur SPPG Yayasan Abah dihentikan operasionalnya,” jelasnya.
Dia menambahkan, tidak seluruh siswa dan guru SMPN 1, 2, dan 3 Dramaga mengalami keracunan MBG, karena ada yang sedang melaksanakan ibadah sunah puasa Senin Kamis.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, pihaknya <span;>memastikan para siswa yang terindikasi makanan minuman mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dari pemerintah, maka seluruh pembiayaan pengobatan ditanggung Pemkab Bogor.
Saat ini, kata Rudy, sampel makanan dan minuman MBG telah dibawa oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor untuk mengetahui penyebab pasti dari kejadian tersebut.
“Pemkab Bogor sudah mengambil sampel makanan dan minuman untuk dibawa ke Labkesda Kabupaten, nanti hasilnya akan disampaikan ke publik,” katanya.
Sementara itu, Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan dugaan sementara penyebab keracunan para siswa berasal dari bumbu kacang pada menu sate MBG.
“Informasi yang kami dapatkan, dugaan sementara, mereka mendapatkan dampak terhadap kesehatan mereka atas menu sate yang diduga ini dari bumbu kacangnya,” ujar Tysa.
Ia mengatakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG penyedia menu tersebut tidak memproses bumbu kacang dari awal.
Berdasarkan investigasi yang masih berjalan, dapur tersebut menggunakan bumbu kacang yang sudah dalam kondisi digiling.
“Nah, setelah dilakukan investigasi, sampai saat ini masih dilakukan investigasi, bumbu kacangnya itu ternyata diketahui oleh SPPG yang bersangkutan itu, bumbu kacangnya, bumbu yang kacangnya sudah digiling. Jadi, bukan diproses dari awal. Nah, dugaan sementara itu,” ujar Tysa.
Saat ini, sampel makanan masih terus diuji. Ia pun mengatakan SPPG terkait sudah dikenakan suspensi oleh BGN. (Zulfi Kusuma)



















Discussion about this post