BOGOR – Genap 45 tahun sudah Universitas Pakuan (Unpak) berdiri, tumbuh, dan berkiprah menjadi perguruan tinggi unggulan yang konsisten berkontribusi bagi kemajuan Kota Bogor dan bangsa Indonesia.
Di usia matang ini, Unpak menunjukan eksistensinya lewat capaian akademik, penelitian, dan prestasi mahasiswa yang kian mengukuhkan posisi kampus tersebut di kancah nasional maupun internasional.
Dalam setahun terakhir, Universitas Pakuan berhasil meraih akreditasi institusi UNGGUL, serta memiliki 13 program studi terakreditasi Unggul, 1 prodi akreditasi A, 12 prodi Baik Sekali, 10 prodi B, 3 prodi Baik, dan 2 prodi akreditasi minimum. Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen Unpak dalam menjaga mutu pendidikan.
Kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) juga telah diterapkan di seluruh fakultas, dilengkapi dengan peluncuran aplikasi OBE terbaru. Kampus ini pun memperoleh berbagai hibah dari Kemendikbudristek dan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, termasuk hibah Smart Class dan Model MKWK Terintegrasi Berbasis Proyek.
Tak berhenti di situ, Unpak terus memperluas jejaring internasional melalui program pertukaran mahasiswa ke berbagai negara seperti Filipina, Thailand, Malaysia, dan Taiwan. Bahkan, saat ini Unpak juga menjadi rumah bagi mahasiswa asing dari Palestina, Thailand, dan Filipina.
Dari sisi sumber daya manusia, tahun 2025 menandai bertambahnya satu guru besar baru yakni Prof. Dr. Henny Suharyati, M.Si., sehingga total guru besar Unpak kini mencapai 19 orang. Jumlah dosen bersertifikasi pendidik pun meningkat menjadi 339 dosen.
Di bidang kemahasiswaan, berbagai prestasi membanggakan diraih, baik tingkat nasional maupun internasional. Beberapa di antaranya:
Juara 1 Outstanding International Participant di ajang International Geomapping Gua Musang 12.0 (Malaysia)
Juara 1 dan 3 cabang olahraga Tarung Derajat POMNAS XIX Jawa Tengah
Juara 1 Kompetisi Debat Nasional UPI Pancaraya 2025
Juara 1 Futsal Piala Joko Sutono UI
Juara 2 Debat Hukum se-Bogor Raya dan Lawlympic Futsal
Selain prestasi, Unpak juga aktif mengembangkan potensi mahasiswa lewat hibah Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), PPK Ormawa, dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Kemendikbudristek.
Dalam bidang riset dan inovasi, Unpak mencatat kenaikan signifikan dengan total hibah penelitian eksternal mencapai Rp 2,47 miliar, serta hibah pengabdian masyarakat sebesar Rp 912 juta pada 2025—naik 165 persen dibanding tahun sebelumnya.
Kampus yang memiliki 33 jurnal ilmiah ini juga menorehkan 262 publikasi di jurnal bereputasi SCOPUS, dan masuk dalam Top Ten kampus PTS dengan publikasi terbanyak di SINTA Ranking 2025, menempati posisi 41 nasional dalam klasterisasi Perguruan Tinggi Utama.
Unpak pun diganjar Bronze Winner kategori Pengelolaan Laporan Kerjasama Terbaik pada ajang Anugerah LLDIKTI IV 2025, menandai soliditas kemitraan dengan berbagai institusi nasional dan internasional.
Rektor Universitas Pakuan menyampaikan, usia ke-45 menjadi momentum refleksi sekaligus pijakan untuk melangkah lebih jauh.
“Kami berkomitmen untuk terus berinovasi, memberikan layanan terbaik, dan memperkuat kontribusi bagi masyarakat luas. Terima kasih kepada seluruh civitas akademika, mahasiswa, alumni, dan mitra yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini,” ungkapnya.





















Discussion about this post