BOGOR – Komitmen pemenuhan gizi masyarakat di Kota Bogor kembali diperkuat dengan peresmian Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Baranangsiang. Berlokasi di Jalan Riau, Kecamatan Bogor Timur, fasilitas ini resmi diluncurkan pada Kamis (7/5/2026) sebagai bentuk kolaborasi strategis antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bogor dan Polresta Bogor Kota.
Ketua Kadin Kota Bogor, Maryati Dona Hasanah, menyampaikan bahwa SPPG Baranangsiang merupakan titik kedua hasil kerja sama pihaknya dengan kepolisian, menyusul kesuksesan dapur serupa di wilayah Cibalagung.
“Alhamdulillah hari ini kami meresmikan SPPG Baranangsiang. Ini adalah bentuk kolaborasi nyata antara Polresta dengan Kadin Kota Bogor untuk mendukung kesehatan masyarakat,” ujar Dona.
Dapur ini dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada 10 Mei 2026. Untuk menjamin keamanan konsumsi, Dona memastikan seluruh standar prosedur telah terpenuhi, meliputi sertifikasi penjamah makanan bagi seluruh staf, uji laboratorium Air secara berkala, sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS), rapid test food harian sebelum distribusi makanan dilakukan.
Pada tahap perdana, SPPG Baranangsiang akan melayani sekitar 1.000 penerima manfaat. Fokus sasaran program ini mencakup kelompok rentan dan prioritas, di antaranya siswa sekolah, pengunjung Posyandu, ibu hamil, ibu menyusui.
Setda Kota Bogor, Hanafi, menegaskan bahwa kehadiran SPPG merupakan implementasi dari Asta Cita Presiden. Program ini dijalankan secara berjenjang melalui koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN), kementerian terkait, hingga pemerintah daerah.
“Target total penerima manfaat di Kota Bogor mencapai 380 ribu orang. Saat ini, sudah ada 134 SPPG yang beroperasi, menjangkau sekitar 75% atau 350 ribu jiwa. Target akhir kita adalah membangun hingga 200 SPPG,” jelas Hanafi.
Selain fokus pada kesehatan, program SPPG juga menciptakan multiplier effect bagi ekonomi lokal. Hingga saat ini, program tersebut telah memberikan dampak positif berupa penyerapan Tenaga Kerja mencapai 6.400 orang, terutama dari kelompok masyarakat desil 1 hingga desil 4, pemberdayaan UMKM Melibatkan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok kebutuhan dapur.
Dengan hadirnya SPPG Baranangsiang, Pemerintah Kota Bogor berharap kualitas gizi masyarakat meningkat secara signifikan sekaligus menggerakkan roda ekonomi di tingkat akar rumput. (Zulfi)




















Discussion about this post