BOGOR – Demi menyerap aspirasi masyarakat, jajaran anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Daerah Pemilihan 1 menggelar reses masa sidang 1 Tahun 2024-2025, di wilayah Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Senin (2/12/2024).
Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bogor Agus Salim, mengungkapkan, selain untuk menyerap aspirasi dari masyarakat, reses juga untuk memberikan informasi terkait berbagai program yang sudah disetujui dalam APBD 2024.
“Setelah penetapan dan kesepakatan APBD, kami menunggu penetapan kepala daerah yang nantinya akan menyusun RPJMD. Program-program unggulan, seperti UHC (Universal Health Coverage) dan bantuan keuangan untuk infrastruktur desa, akan terus dilanjutkan. Salah satu yang akan diperluas adalah anggaran infrastruktur desa, yang sebelumnya 1 miliar akan dinaikkan menjadi 1,5 miliar,” kata Agus Salim.
Selain itu, Agus Salim juga menanggapi pentingnya perhatian sektor kesehatan, salah satunya terkait dengan Puskesmas termasuk Puskesmas di Kecamatan Citeureup yang beberapa waktu lalu telah terjadi kebakaran.
“Puskesmas di Citeureup yang terdampak kebakaran sudah dialokasikan untuk diperbaiki dan direnovasi. Serta aspirasi yang disampaikan tadi juga harus menjadi perhatian terkait pendidikan, infrastruktur, banjir dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Ia berharap, dengan sinergi antara masyarakat dan pemerintah daerah serta DPRD, berbagai program pembangunan yang telah disepakati dapat berjalan dengan baik. “Dan insyaallah keluhan dan permasalahan di kecamatan Citeureup ini bisa teratasi,” jelasnya.
Sementara, Camat Citeureup Eddy Suwito Sutono Putro juga menyampaikan permasalahan yang ada di kecamatan Citeureup. Pihaknya sudah mengumpulkan permasalahan dari masing-masing desa, baik di sektor infrastruktur, pendidikan, pariwisata dan kesehatan.
“Kami berharap agar permasalahan ini dapat diserap oleh anggota DPRD Dapil 1 dan dijadikan bahan dalam perumusan kebijakan dan program kedepan,” ujar Eddy.
Eddy menambahkan, beberapa permasalahan di Citeureup sudah sangat mendesak, terutama terkait dengan infrastruktur dan ruang penunjang lainnya yang dibutuhkan seiring dengan perkembangan penduduk.
“Kami berharap agar usulan-usulan yang disampaikan dapat terealisasi, meskipun ini merupakan usulan di tingkat Kabupaten Bogor, namun permasalahan di Citeureup harus mendapat perhatian lebih terutama dalam masalah kesehatan dan pendidikan,” terangnya. (bil/*)



















Discussion about this post