• Hubungi Kami
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Senin, Februari 9, 2026
BogorExpose.com
  • Headline
  • Bogor Plus
    • X-Biz
    • X-Sport
  • Nusantara
  • Mimbar Politik
  • Kabar Dunia
  • Jelajah
  • Persepsi
  • Bogor Pisan
    • Info Pak Kades
    • Info Pak Lurah
No Result
View All Result
BogorExpose.com
  • Headline
  • Bogor Plus
    • X-Biz
    • X-Sport
  • Nusantara
  • Mimbar Politik
  • Kabar Dunia
  • Jelajah
  • Persepsi
  • Bogor Pisan
    • Info Pak Kades
    • Info Pak Lurah
No Result
View All Result
BogorExpose.com
No Result
View All Result
Home Persepsi

Penumpang Gelap Bus PPDB

Oleh: Billy Adhiyaksa | Pimpinan Redaksi

Penumpang Gelap Bus PPDB
532
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Momentum tahunan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) klasifikasi Sekolah Menengah Atas (SMA) berbasis aplikasi online yang diluncurkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, nyatanya masih menyisakan resah warga.

Tak terkecuali warga Kota Bogor. Sebagian penghuni kota hujan ini, khususnya mereka yang tengah berjuang menyekolahkan anaknya, harus rela kehilangan harapan usai ditolak dari jalur zonasi yang menjadi haknya.

Tak semua memang mengalami hal nahas itu. Namun, para pemilik hak mutlak atas pendidikan di wilayah terdekat, harus kalah oleh sistem yang dibangun seperti tembok cina yang sulit ditembus.

Ya bagi sebagian masyarakat, PPDB jalur zonasi merupakan penyekat tak kasat mata yang dibangun pemerintah kita.

BACAJUGA

Sepenggal Hikmah Perjalanan Dr Iwan Sumiarsa di Tanah Suci

Sepenggal Hikmah Perjalanan Dr Iwan Sumiarsa di Tanah Suci

10 Juni 2025
Penerus Kartini yang Ditenggelamkan oleh Sistem

Penerus Kartini yang Ditenggelamkan oleh Sistem

20 April 2025
Pandangan Akademis Percepatan Rata Rata Lama Sekolah

Pandangan Akademis Percepatan Rata Rata Lama Sekolah

3 Februari 2025
Dilema Jembatan Otista

Antara Kawan atau Lawan

4 Januari 2025

Walau kerap menyisakan persoalan, pemerintah tetap meneruskan program yang katanya berkeadilan itu.

Sepertinya, Mas Menteri harus lebih rajin lagi naik ojek online dan menyambangi sekolah-sekolah di kota ini.

Sebab, program yang diimajenasikannya sebagai program spektakuler itu, justeru telah banyak menyisakan derita bagi masyarakat.

Sistem zonasi masih bisa disiasati oleh para oknum. Salah satu contohnya, ada curahan hati anak usia 15 tahun yang mendaftar ke sebuah sekolah menengah atas yang letaknya tak jauh dari kediamannya.

Nahas, harapannya mengirit ongkos dan mengikuti program pemerintah pupus. Ia justeru ditolak mentah-mentah oleh sekolah tujuannya itu.

Ironisnya, teman sekelasnya yang dikenalnya kaya raya, tinggal di perumahan mewah di kawasan mandiri di luar Kota Bogor, justeru diterima sekolah.

Ya, anak orang kaya itu sudah mempersiapkan diri dengan menumpang KK (Kartu Keluarga) di dekat sekolah tujuannya itu. Bahkan, umur KK nya sudah satu tahun dan lolos verifikasi sekolah tujuannya itu.

Sang anakpun merenung dan hanya bisa meratapi nasibnya. Sesekali mulutnya berucap tak kuasa ‘enak banget jadi orang kaya, apa aja bisa dibeli’ ujar lulusan sekolah menengah pertama itu.

Rupanya, anak laki-laki itu membahas PPDB dengan teman sejawatnya. Banyak diantara teman seusianya juga mengalami nasib serupa. Sang penumpang gelap telah merusak mimpinya. Penumpang gelap itu juga telah merampas haknya. Lalu apakah akan terus dimaklumi?

Membahas penumpang gelap, kalimat ini saya sematkan khusus untuk PPDB 2024 ini. Rombongan PPDB saya analogikan sebagai bus yang berarti perjalanan yang memiliki tujuan.

Bus PPDB saat ini syarat muatan. Tujuannya memang sudah tepat, busnya juga layak beroperasi. Namun, kursi penumpangnya tidak semua diisi oleh penumpang sebenarnya.

Ironisnya, walau mengetahui ada penumpang gelap, bus tersebut tetap melaju tanpa henti hingga tujuannya. Bunyi klakson kendaraan lain yanh mencoba mengingatkannya sama sekali tidak digubris.

Sang pengemudi dan kondektur juga sudah diingatkan. Namun, mereka tetap mengacu kepada perintah atasannya untuk melaju sesuai jadwal.

Bunyi peluit dari para petugas berseragam yang bertugas di wilayah lintasan, juga tak mempan menahan laju bus berplat nomor provinsi itu.

Semoga saja penumpang gelap yang berada di bus tersebut tidak membawa malapetaka dan berimbas kepada para penumpang semestinya.

Semoga saja sang pejabat muda pemilik bus itu, sadar atas dampak yang tersisa akibat sistem yang dibangunnya.

Bersyukurlah, bahwa penumpang yang kursinya tergantikan penumpang gelap, tidak sampai hati mendoakan agar bus tersebut terlibat kecelakaan hebat dan berujung petaka. (*)

 

 

 

 

 

Tags: Bogorbogorexposekecurangan PPDBKota BogorOpinipersepsiPPDBppdb smaredaksibogorexposetajuk
Previous Post

Idul Adha, Hery Antasari : Momentum Asah Keikhlasan dan Kepedulian Sosial

Next Post

Tak Ingin Pelayanan Terganggu, Rudy Susmanto Titipkan Kades ke Kajari Baru

Related Posts

Sepenggal Hikmah Perjalanan Dr Iwan Sumiarsa di Tanah Suci

Sepenggal Hikmah Perjalanan Dr Iwan Sumiarsa di Tanah Suci

10 Juni 2025
0

MEKKAH - Ibadah a ke Tanah Suci Mekkah, sangat diidamkan seluruh umat Muslim di Dunia, tak terkecuali di Indonesia. Beragam...

Penerus Kartini yang Ditenggelamkan oleh Sistem

Penerus Kartini yang Ditenggelamkan oleh Sistem

20 April 2025
0

Presiden Soekarno pernah berkata: "Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri."...

Pandangan Akademis Percepatan Rata Rata Lama Sekolah

Pandangan Akademis Percepatan Rata Rata Lama Sekolah

3 Februari 2025
0

PERSEPSI - Badan Pusat Statistik baik ditingkat Pusat, Provinsi maupun Kabupaten Kota setiap tahunnya mempublikasikan berbagai data termasuk data Rata...

Dilema Jembatan Otista

Antara Kawan atau Lawan

4 Januari 2025
0

Beberapa hari ini, ponsel saya tak pernah sepi. Sejumlah kontak tak dikenal terus berdering mencoba paksa komunikasi.   Bukan tak...

Discussion about this post

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ini Trayek Baru Angkot dan BisKita di Kota Bogor, Cek Lengkapnya Disini!

Ini Trayek Baru Angkot dan BisKita di Kota Bogor, Cek Lengkapnya Disini!

2 Mei 2023
Alhamdulillah, Teh Zakiyah Lolos ke Parlemen Wakili Warga Bogor Utara

Alhamdulillah, Teh Zakiyah Lolos ke Parlemen Wakili Warga Bogor Utara

17 Februari 2024
Bejat, Pegawai Koperasi PDAM Perkosa Anak Yatim Sampai Hamil 7 Bulan

Bejat, Pegawai Koperasi PDAM Perkosa Anak Yatim Sampai Hamil 7 Bulan

7 Juni 2023
Hebat, Kota Bogor Jadi Tuan Rumah Webinar Literasi Digital

Hebat, Kota Bogor Jadi Tuan Rumah Webinar Literasi Digital

0
Hore, Perumda Tirta Pakuan Gratiskan Tagihan Air Mesjid Selama Ramadhan

Hore, Perumda Tirta Pakuan Gratiskan Tagihan Air Mesjid Selama Ramadhan

0
Mucikari Jualan Wanita di Bogor Valey Lewat Aplikasi Michat

Mucikari Jualan Wanita di Bogor Valey Lewat Aplikasi Michat

0
‘Upin Ipin’ Versi Kota Bogor Siap Sinergi Bareng PWI

‘Upin Ipin’ Versi Kota Bogor Siap Sinergi Bareng PWI

6 Februari 2026
Kecamatan Bojonggede Kolaborasi Bareng DPTR dan PMC Tanam Pohon di Jalur Bomang

Kecamatan Bojonggede Kolaborasi Bareng DPTR dan PMC Tanam Pohon di Jalur Bomang

5 Februari 2026
Kecamatan Bojonggede Gandeng PMC Hijaukan Jalur Bomang

Kecamatan Bojonggede Gandeng PMC Hijaukan Jalur Bomang

5 Februari 2026
BogorExpose.com

Selamat Datang di Bogorexpose.com,
Portal Berita yang dikelola oleh PT EKSPOSE MEDIA BERSAMA
SK Kemenkumham RI NOMOR : AHU-0046015.AH.01.01.Tahun 2023

Copyright © 2023 BOGOREXPOSE.COM

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.
No Result
View All Result
  • Headline
  • Bogor Plus
    • X-Biz
    • X-Sport
  • Nusantara
  • Mimbar Politik
  • Kabar Dunia
  • Jelajah
  • Persepsi
  • Bogor Pisan
    • Info Pak Kades
    • Info Pak Lurah