• Hubungi Kami
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Kamis, Juni 4, 2026
BogorExpose.com
  • Headline
  • Bogor Plus
    • X-Biz
    • X-Sport
  • Nusantara
  • Mimbar Politik
  • Kabar Dunia
  • Jelajah
  • Persepsi
  • Bogor Pisan
    • Info Pak Kades
    • Info Pak Lurah
No Result
View All Result
BogorExpose.com
  • Headline
  • Bogor Plus
    • X-Biz
    • X-Sport
  • Nusantara
  • Mimbar Politik
  • Kabar Dunia
  • Jelajah
  • Persepsi
  • Bogor Pisan
    • Info Pak Kades
    • Info Pak Lurah
No Result
View All Result
BogorExpose.com
No Result
View All Result
Home Bogor Pisan

Pengamat: Bupati dan Wali Kota di Jawa Barat Abaikan Titah Sang Raja Dedi Mulyadi

Pengamat: Bupati dan Wali Kota di Jawa Barat Abaikan Titah Sang Raja Dedi Mulyadi

Yus Fitriadi (kiri), pengamat politik dan kebijakan publik dari Lembaga Studi Visi Nusantara (LS-Vinus), saat menyampaikan pandangan dalam diskusi publik di kantor LS-Vinus. (Sumber foto: tangkapan layar kanal YouTube Visi Nusantara Maju)

499
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BOGOR – Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dinilai tidak mendapatkan dukungan luas dari pemerintah kabupaten dan kota di wilayahnya. Salah satunya adalah kebijakan terbaru mengenai jam masuk sekolah pukul 06.30 WIB, yang ternyata tidak banyak direspons positif oleh kepala daerah.

Mereka tetap memberlakukan jam masuk sekolah seperti biasa, yakni pukul 07.00 WIB.

Pengamat politik dan kebijakan publik dari Lembaga Studi Visi Nusantara (LS-Vinus), Yus Fitriadi, menilai fenomena ini menunjukkan lemahnya koordinasi dan internalisasi kebijakan gubernur oleh pemerintah daerah di bawahnya.

Menurut Yus, banyak kebijakan Dedi Mulyadi yang justru terkesan tidak dianggap serius. Beberapa di antaranya adalah kebijakan barak militer untuk pelajar, larangan instansi pemerintah menggelar rapat di hotel, hingga pemberlakuan jam malam bagi pelajar.

BACAJUGA

Menata Hadirkan Inovasi Saus Asam Jawa untuk Kuliner Indonesia

Menata Hadirkan Inovasi Saus Asam Jawa untuk Kuliner Indonesia

3 Juni 2026
Kota Bogor Adopsi Teknologi Waste to Energy, Ubah 1.000 Ton Sampah Jadi Listrik

Kota Bogor Adopsi Teknologi Waste to Energy, Ubah 1.000 Ton Sampah Jadi Listrik

27 Mei 2026
Kawal Program Sekolah Maung di Bogor, Fetty Anggraenidini Desak Alur Pendaftaran Transparan

Kawal Program Sekolah Maung di Bogor, Fetty Anggraenidini Desak Alur Pendaftaran Transparan

25 Mei 2026
Jelang Iduladha 1447 H, Pemkot Bogor Pastikan Stok Hewan Kurban Aman dan Sehat

Jelang Iduladha 1447 H, Pemkot Bogor Pastikan Stok Hewan Kurban Aman dan Sehat

21 Mei 2026

Semua kebijakan tersebut, kata Yus, hanya dilaksanakan di sebagian kecil wilayah, bahkan sebagian besar diabaikan.

Ia menilai penyebab utamanya adalah cara pandang yang keliru terhadap kebijakan tersebut. Banyak pihak memandang kebijakan itu sebagai bentuk ekspresi pribadi Dedi Mulyadi, bukan sebagai produk resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Bahkan, bisa jadi internal Pemprov sendiri tidak benar-benar memahami arah dan tujuan dari kebijakan-kebijakan itu.

Selain itu, Yus juga menyoroti minimnya kajian mendalam sebelum kebijakan dikeluarkan. Ia menegaskan, setiap kebijakan publik harus melalui proses pengkajian menyeluruh, bahkan idealnya diuji coba terlebih dahulu sebelum diterapkan secara luas. Ketiadaan proses tersebut membuat kebijakan-kebijakan yang diluncurkan menjadi lemah dari sisi legitimasi dan pelaksanaan.

Kecenderungan Dedi Mulyadi yang populis juga menjadi catatan tersendiri. Yus menyebutkan bahwa Dedi Mulyadi kerap melemparkan isu atau gagasan ke publik melalui kanal media sosial pribadinya, yang kemudian berubah menjadi kebijakan resmi tanpa melalui tahapan birokrasi yang semestinya. Pola semacam ini, menurutnya, dilakukan untuk menjaga citra pribadi sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat.

Masalah lainnya terletak pada lemahnya konsep implementasi dari setiap kebijakan. Pemerintah kabupaten/kota sering kali dibiarkan menafsirkan sendiri bagaimana kebijakan harus diterapkan. Akibatnya, pelaksanaan di lapangan menjadi tidak seragam, bahkan tidak berjalan sama sekali. Banyak kepala daerah menganggap kebijakan tersebut tidak memiliki konsekuensi apapun jika tidak dijalankan.

Yus juga menambahkan bahwa sebagian besar kebijakan yang dibuat terlalu teknis untuk ditangani langsung oleh gubernur. Misalnya, urusan jam masuk sekolah atau barak militer bagi pelajar seharusnya menjadi domain dinas pendidikan, bukan kewenangan langsung seorang kepala daerah provinsi. Jika Dedi Mulyadi memiliki gagasan besar, sebaiknya disampaikan kepada pemerintah pusat agar bisa menjadi kebijakan nasional.

Yus menegaskan, jika kondisi ini terus dibiarkan, maka akan muncul preseden buruk dalam sistem pemerintahan provinsi. Ketika gubernur mengeluarkan kebijakan namun tidak ada tindak lanjut dari kabupaten/kota, artinya ada kegagalan dalam proses konsolidasi dan koordinasi yang menjadi tugas utama kepala daerah tingkat provinsi.

“Mungkin dalam benak Dedi Mulyadi, kebijakan itu diikuti syukur, tidak diikuti juga tidak apa-apa. Tapi ini bukan sikap seorang pemimpin struktural. Pemerintahan kita bersifat hierarkis dan berbasis koordinasi, bukan individualistik,” tutup Yus. (Win)

Tags: barak militer pelajarbupati abaikan kebijakanDedi Mulyadigubernur Jawa Baratjam masuk sekolahkebijakan pendidikan Jabarkepala daerah JabarLS vinuspolitik populisYus Fitriadi
Previous Post

‎Gubernur Jabar Tegur Camat Tamansari soal Banjir, Warga Soroti Izin serta Dugaan Premanisme oleh PT PMC

Next Post

Inovasi Telemedicine RUMAHKOE: Meningkatkan Akses Pelayanan Kesehatan di RSUD Kota Bogor

Related Posts

Menata Hadirkan Inovasi Saus Asam Jawa untuk Kuliner Indonesia

Menata Hadirkan Inovasi Saus Asam Jawa untuk Kuliner Indonesia

3 Juni 2026
0

BOGOR- Industri kuliner Indonesia terus berkembang dengan hadirnya berbagai inovasi rasa yang mampu memperkaya pengalaman menikmati makanan. Menjawab kebutuhan tersebut,...

Kota Bogor Adopsi Teknologi Waste to Energy, Ubah 1.000 Ton Sampah Jadi Listrik

Kota Bogor Adopsi Teknologi Waste to Energy, Ubah 1.000 Ton Sampah Jadi Listrik

27 Mei 2026
0

BOGOR — Pemerintah Kota Bogor memperkenalkan sistem Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi mutakhir mengatasi kondisi "darurat sampah"...

Kawal Program Sekolah Maung di Bogor, Fetty Anggraenidini Desak Alur Pendaftaran Transparan

Kawal Program Sekolah Maung di Bogor, Fetty Anggraenidini Desak Alur Pendaftaran Transparan

25 Mei 2026
0

BOGOR - Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Fetty Anggraenidini, menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat peluncuran program Sekolah Maung...

Jelang Iduladha 1447 H, Pemkot Bogor Pastikan Stok Hewan Kurban Aman dan Sehat

Jelang Iduladha 1447 H, Pemkot Bogor Pastikan Stok Hewan Kurban Aman dan Sehat

21 Mei 2026
0

BOGOR – Enam hari menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memastikan ketersediaan serta kesehatan hewan kurban...

Discussion about this post

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ini Trayek Baru Angkot dan BisKita di Kota Bogor, Cek Lengkapnya Disini!

Ini Trayek Baru Angkot dan BisKita di Kota Bogor, Cek Lengkapnya Disini!

2 Mei 2023
Alhamdulillah, Teh Zakiyah Lolos ke Parlemen Wakili Warga Bogor Utara

Alhamdulillah, Teh Zakiyah Lolos ke Parlemen Wakili Warga Bogor Utara

17 Februari 2024
Bejat, Pegawai Koperasi PDAM Perkosa Anak Yatim Sampai Hamil 7 Bulan

Bejat, Pegawai Koperasi PDAM Perkosa Anak Yatim Sampai Hamil 7 Bulan

7 Juni 2023
Hebat, Kota Bogor Jadi Tuan Rumah Webinar Literasi Digital

Hebat, Kota Bogor Jadi Tuan Rumah Webinar Literasi Digital

0
Hore, Perumda Tirta Pakuan Gratiskan Tagihan Air Mesjid Selama Ramadhan

Hore, Perumda Tirta Pakuan Gratiskan Tagihan Air Mesjid Selama Ramadhan

0
Mucikari Jualan Wanita di Bogor Valey Lewat Aplikasi Michat

Mucikari Jualan Wanita di Bogor Valey Lewat Aplikasi Michat

0
Menata Hadirkan Inovasi Saus Asam Jawa untuk Kuliner Indonesia

Menata Hadirkan Inovasi Saus Asam Jawa untuk Kuliner Indonesia

3 Juni 2026
Kota Bogor Adopsi Teknologi Waste to Energy, Ubah 1.000 Ton Sampah Jadi Listrik

Kota Bogor Adopsi Teknologi Waste to Energy, Ubah 1.000 Ton Sampah Jadi Listrik

27 Mei 2026
Sakit Hati Berujung Maut: Polresta Bogor Kota Ringkus Pembunuh Wanita di Jalan Soleh Iskandar

Sakit Hati Berujung Maut: Polresta Bogor Kota Ringkus Pembunuh Wanita di Jalan Soleh Iskandar

25 Mei 2026
BogorExpose.com

Selamat Datang di Bogorexpose.com,
Portal Berita yang dikelola oleh PT EKSPOSE MEDIA BERSAMA
SK Kemenkumham RI NOMOR : AHU-0046015.AH.01.01.Tahun 2023

REDAKSI – HUBUNGI KAMI – PEDOMAN MEDIA CYBER

 

Copyright © 2023 BOGOREXPOSE.COM

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.
No Result
View All Result
  • Headline
  • Bogor Plus
    • X-Biz
    • X-Sport
  • Nusantara
  • Mimbar Politik
  • Kabar Dunia
  • Jelajah
  • Persepsi
  • Bogor Pisan
    • Info Pak Kades
    • Info Pak Lurah