• Hubungi Kami
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Selasa, Juli 21, 2026
BogorExpose.com
  • Headline
  • Bogor Plus
    • X-Biz
    • X-Sport
  • Nusantara
  • Mimbar Politik
  • Kabar Dunia
  • Jelajah
  • Persepsi
  • Bogor Pisan
    • Info Pak Kades
    • Info Pak Lurah
No Result
View All Result
BogorExpose.com
  • Headline
  • Bogor Plus
    • X-Biz
    • X-Sport
  • Nusantara
  • Mimbar Politik
  • Kabar Dunia
  • Jelajah
  • Persepsi
  • Bogor Pisan
    • Info Pak Kades
    • Info Pak Lurah
No Result
View All Result
BogorExpose.com
No Result
View All Result
Home Bogor Pisan

Pengamat: Bupati dan Wali Kota di Jawa Barat Abaikan Titah Sang Raja Dedi Mulyadi

Pengamat: Bupati dan Wali Kota di Jawa Barat Abaikan Titah Sang Raja Dedi Mulyadi

Yus Fitriadi (kiri), pengamat politik dan kebijakan publik dari Lembaga Studi Visi Nusantara (LS-Vinus), saat menyampaikan pandangan dalam diskusi publik di kantor LS-Vinus. (Sumber foto: tangkapan layar kanal YouTube Visi Nusantara Maju)

499
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BOGOR – Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dinilai tidak mendapatkan dukungan luas dari pemerintah kabupaten dan kota di wilayahnya. Salah satunya adalah kebijakan terbaru mengenai jam masuk sekolah pukul 06.30 WIB, yang ternyata tidak banyak direspons positif oleh kepala daerah.

Mereka tetap memberlakukan jam masuk sekolah seperti biasa, yakni pukul 07.00 WIB.

Pengamat politik dan kebijakan publik dari Lembaga Studi Visi Nusantara (LS-Vinus), Yus Fitriadi, menilai fenomena ini menunjukkan lemahnya koordinasi dan internalisasi kebijakan gubernur oleh pemerintah daerah di bawahnya.

Menurut Yus, banyak kebijakan Dedi Mulyadi yang justru terkesan tidak dianggap serius. Beberapa di antaranya adalah kebijakan barak militer untuk pelajar, larangan instansi pemerintah menggelar rapat di hotel, hingga pemberlakuan jam malam bagi pelajar.

BACAJUGA

Santuni Puluhan Yatim, Ketua BTJ: Jangan Biarkan Anak Putus Sekolah karena Ekonomi

Santuni Puluhan Yatim, Ketua BTJ: Jangan Biarkan Anak Putus Sekolah karena Ekonomi

19 Juli 2026
Reses di Parungpanjang, Sastra: Rumah Sakit dan Jembatan Jadi Prioritas

Reses di Parungpanjang, Sastra: Rumah Sakit dan Jembatan Jadi Prioritas

20 Juli 2026
SMA Kosgoro Tak Terbuka Soal Dana BOS,  Pemohon Ajukan Eksekusi Putusan Komisi Informasi

SMA Kosgoro Tak Terbuka Soal Dana BOS, Pemohon Ajukan Eksekusi Putusan Komisi Informasi

16 Juli 2026
Peduli Lingkungan, Dedie Rachim Ajak Pelajar Tanam Pohon di Sekolah

Peduli Lingkungan, Dedie Rachim Ajak Pelajar Tanam Pohon di Sekolah

15 Juli 2026

Semua kebijakan tersebut, kata Yus, hanya dilaksanakan di sebagian kecil wilayah, bahkan sebagian besar diabaikan.

Ia menilai penyebab utamanya adalah cara pandang yang keliru terhadap kebijakan tersebut. Banyak pihak memandang kebijakan itu sebagai bentuk ekspresi pribadi Dedi Mulyadi, bukan sebagai produk resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Bahkan, bisa jadi internal Pemprov sendiri tidak benar-benar memahami arah dan tujuan dari kebijakan-kebijakan itu.

Selain itu, Yus juga menyoroti minimnya kajian mendalam sebelum kebijakan dikeluarkan. Ia menegaskan, setiap kebijakan publik harus melalui proses pengkajian menyeluruh, bahkan idealnya diuji coba terlebih dahulu sebelum diterapkan secara luas. Ketiadaan proses tersebut membuat kebijakan-kebijakan yang diluncurkan menjadi lemah dari sisi legitimasi dan pelaksanaan.

Kecenderungan Dedi Mulyadi yang populis juga menjadi catatan tersendiri. Yus menyebutkan bahwa Dedi Mulyadi kerap melemparkan isu atau gagasan ke publik melalui kanal media sosial pribadinya, yang kemudian berubah menjadi kebijakan resmi tanpa melalui tahapan birokrasi yang semestinya. Pola semacam ini, menurutnya, dilakukan untuk menjaga citra pribadi sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat.

Masalah lainnya terletak pada lemahnya konsep implementasi dari setiap kebijakan. Pemerintah kabupaten/kota sering kali dibiarkan menafsirkan sendiri bagaimana kebijakan harus diterapkan. Akibatnya, pelaksanaan di lapangan menjadi tidak seragam, bahkan tidak berjalan sama sekali. Banyak kepala daerah menganggap kebijakan tersebut tidak memiliki konsekuensi apapun jika tidak dijalankan.

Yus juga menambahkan bahwa sebagian besar kebijakan yang dibuat terlalu teknis untuk ditangani langsung oleh gubernur. Misalnya, urusan jam masuk sekolah atau barak militer bagi pelajar seharusnya menjadi domain dinas pendidikan, bukan kewenangan langsung seorang kepala daerah provinsi. Jika Dedi Mulyadi memiliki gagasan besar, sebaiknya disampaikan kepada pemerintah pusat agar bisa menjadi kebijakan nasional.

Yus menegaskan, jika kondisi ini terus dibiarkan, maka akan muncul preseden buruk dalam sistem pemerintahan provinsi. Ketika gubernur mengeluarkan kebijakan namun tidak ada tindak lanjut dari kabupaten/kota, artinya ada kegagalan dalam proses konsolidasi dan koordinasi yang menjadi tugas utama kepala daerah tingkat provinsi.

“Mungkin dalam benak Dedi Mulyadi, kebijakan itu diikuti syukur, tidak diikuti juga tidak apa-apa. Tapi ini bukan sikap seorang pemimpin struktural. Pemerintahan kita bersifat hierarkis dan berbasis koordinasi, bukan individualistik,” tutup Yus. (Win)

Tags: barak militer pelajarbupati abaikan kebijakanDedi Mulyadigubernur Jawa Baratjam masuk sekolahkebijakan pendidikan Jabarkepala daerah JabarLS vinuspolitik populisYus Fitriadi
Previous Post

‎Gubernur Jabar Tegur Camat Tamansari soal Banjir, Warga Soroti Izin serta Dugaan Premanisme oleh PT PMC

Next Post

Inovasi Telemedicine RUMAHKOE: Meningkatkan Akses Pelayanan Kesehatan di RSUD Kota Bogor

Related Posts

Santuni Puluhan Yatim, Ketua BTJ: Jangan Biarkan Anak Putus Sekolah karena Ekonomi

Santuni Puluhan Yatim, Ketua BTJ: Jangan Biarkan Anak Putus Sekolah karena Ekonomi

19 Juli 2026
0

BOGOR–Bogor Timur Jurnalis (BTJ), berkomitmen mendukung berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Hal itu disampaikan Ketua BTJ Sudadi saat...

Reses di Parungpanjang, Sastra: Rumah Sakit dan Jembatan Jadi Prioritas

Reses di Parungpanjang, Sastra: Rumah Sakit dan Jembatan Jadi Prioritas

20 Juli 2026
0

BOGOR–Pembangunan rumah sakit dan jembatan menjadi prioritas untuk tahun depan di bangun di wilayah Parung Panjang. Hal itu diungkapkan oleh...

SMA Kosgoro Tak Terbuka Soal Dana BOS,  Pemohon Ajukan Eksekusi Putusan Komisi Informasi

SMA Kosgoro Tak Terbuka Soal Dana BOS, Pemohon Ajukan Eksekusi Putusan Komisi Informasi

16 Juli 2026
0

BOGOR–Sengketa informasi publik antara badan hukum KANNI dan SMA Kosgoro Kota Bogor kini memasuki tahap baru. Pemohon melalui kuasa hukumnya,...

Peduli Lingkungan, Dedie Rachim Ajak Pelajar Tanam Pohon di Sekolah

Peduli Lingkungan, Dedie Rachim Ajak Pelajar Tanam Pohon di Sekolah

15 Juli 2026
0

BOGOR- Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi momentum bagi Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, untuk menggerakan kembali penghijauan dengan...

Discussion about this post

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ini Trayek Baru Angkot dan BisKita di Kota Bogor, Cek Lengkapnya Disini!

Ini Trayek Baru Angkot dan BisKita di Kota Bogor, Cek Lengkapnya Disini!

2 Mei 2023
Alhamdulillah, Teh Zakiyah Lolos ke Parlemen Wakili Warga Bogor Utara

Alhamdulillah, Teh Zakiyah Lolos ke Parlemen Wakili Warga Bogor Utara

17 Februari 2024
Bejat, Pegawai Koperasi PDAM Perkosa Anak Yatim Sampai Hamil 7 Bulan

Bejat, Pegawai Koperasi PDAM Perkosa Anak Yatim Sampai Hamil 7 Bulan

7 Juni 2023
Hebat, Kota Bogor Jadi Tuan Rumah Webinar Literasi Digital

Hebat, Kota Bogor Jadi Tuan Rumah Webinar Literasi Digital

0
Hore, Perumda Tirta Pakuan Gratiskan Tagihan Air Mesjid Selama Ramadhan

Hore, Perumda Tirta Pakuan Gratiskan Tagihan Air Mesjid Selama Ramadhan

0
Mucikari Jualan Wanita di Bogor Valey Lewat Aplikasi Michat

Mucikari Jualan Wanita di Bogor Valey Lewat Aplikasi Michat

0
Santuni Puluhan Yatim, Ketua BTJ: Jangan Biarkan Anak Putus Sekolah karena Ekonomi

Santuni Puluhan Yatim, Ketua BTJ: Jangan Biarkan Anak Putus Sekolah karena Ekonomi

19 Juli 2026
Reses di Parungpanjang, Sastra: Rumah Sakit dan Jembatan Jadi Prioritas

Reses di Parungpanjang, Sastra: Rumah Sakit dan Jembatan Jadi Prioritas

20 Juli 2026
SMA Kosgoro Tak Terbuka Soal Dana BOS,  Pemohon Ajukan Eksekusi Putusan Komisi Informasi

SMA Kosgoro Tak Terbuka Soal Dana BOS, Pemohon Ajukan Eksekusi Putusan Komisi Informasi

16 Juli 2026
BogorExpose.com

Selamat Datang di Bogorexpose.com,
Portal Berita yang dikelola oleh PT EKSPOSE MEDIA BERSAMA
SK Kemenkumham RI NOMOR : AHU-0046015.AH.01.01.Tahun 2023

REDAKSI – HUBUNGI KAMI – PEDOMAN MEDIA CYBER

 

Copyright © 2023 BOGOREXPOSE.COM

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.
No Result
View All Result
  • Headline
  • Bogor Plus
    • X-Biz
    • X-Sport
  • Nusantara
  • Mimbar Politik
  • Kabar Dunia
  • Jelajah
  • Persepsi
  • Bogor Pisan
    • Info Pak Kades
    • Info Pak Lurah