BANDUNG — Pengalaman menginap yang semestinya menghadirkan kenyamanan justru berubah menjadi kekecewaan bagi seorang tamu Hotel Horison Ultima Bandung, akibat gangguan kelistrikan kamar yang terjadi pada dini hari.
NN (36), tamu asal Bogor, menyampaikan kekecewaannya terhadap kualitas pelayanan dan kesiapan kamar hotel. Ia diketahui telah melakukan pemesanan kamar melalui aplikasi Agoda untuk periode 10–12 Februari 2025. Namun, karena adanya perubahan agenda, NN baru melakukan proses check-in pada Kamis (12/2/2025) sekitar pukul 02.00 WIB.
Alih-alih memperoleh kamar yang siap digunakan, NN justru mendapati adanya kendala teknis pada sistem kelistrikan kamar. Kondisi tersebut dinilai mengganggu waktu istirahat, terlebih respons penanganan dari pihak hotel disebut tidak berjalan optimal.
“Waktu istirahat saya terganggu oleh perbaikan yang seharusnya sudah dilakukan sebelum tamu menempati kamar,” ujarnya.
NN menilai, pengecekan kamar sebelum kedatangan tamu merupakan standar dasar pelayanan hotel. Dengan tarif kamar yang mencapai kisaran Rp600 ribu per malam, ia berharap adanya profesionalisme dan perhatian lebih terhadap kenyamanan konsumen.
“Jika prosedur pengecekan dijalankan dengan baik, kejadian seperti ini tidak perlu terjadi,” tambahnya.
Pihak manajemen hotel melalui Manajer, Tedy, sempat menemui tamu untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Kendati demikian, NN menilai permohonan maaf tersebut belum sepenuhnya menjawab persoalan terkait ketidaknyamanan dan potensi kerugian yang ia alami selama menginap.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya konsistensi standar pelayanan dan kesiapan fasilitas, khususnya bagi hotel berbintang yang mengedepankan kenyamanan dan kepercayaan tamu.




















Discussion about this post